spot_img
Monday, August 1, 2022
spot_img
HomeInfo KotaWalikota Disarankan Ganti Sekda

Walikota Disarankan Ganti Sekda

-

BencoolenTimes.com, – Organisasi Masyarakat Front Pembela Rakyat (FPR) Provinsi Bengkulu menyarankan Walikota Bengkulu Helmi Hasan mengganti Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu.

Menurut Ketua FPR Provinsi Bengkulu, Rustam Efendi, Sekda Kota Bengkulu Arif Gunadi tidak profesional dalam menjalankan tugasnya. Salah satunya mengenai cucuk cabut jabatan Plt, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bengkulu Sri Martiana yang menurutnya Sekda sebagai Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) tidak selektif dan asal tunjuk.

“Sebelumnya kan Plt Kadinkes itu dicopot sama Walikota Bengkulu gara-gara kasus Puskesmas Muara Bangkahulu menolak pasien. Pencopotan waktu itu alasannya kan sudah jelas, nah kok ini diangkat lagi jadi Plt Kadinkes, ibarat menjilat ludah sendiri, kita sarankan pada Walikota agar mengganti Sekda sebagai Ketua Baperjakat tidak selektif, dan seperti asal tunjuk, ada apa ini?,” ungkap Rustam Efendi, Minggu (22/5/2022).

Selain itu, penataan birokrasi yang masih amburadul juga menjadi cacatan. Salah satu contohnya, soal adanya Pegawai Tidak Tetap (PTT) Dinas Kesehatan yang menagih SK perpanjangan, hingga mencuat adanya dugaan permintaan uang agar PTT dapat SK oleh oknum di Dinkes yang mencuat di media.

“Ini salah satu bentuk penataan birokrasinya amburadul. Ini baru di Dinkes, belum yang di Dinas lainnya, mungkin sama. Nah ini merupakan tugas Sekda Kota Bengkulu sebagai pembantu Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu membereskan penataan birokrasi di Pemkot Bengkulu, tetapi kalau Sekda saja tidak profesional dan selektif, bagaimana birokrasi di Pemkot Bengkulu akan berjalan sesuai harapan masyarakat,” terang Rustam Efendi.

Rustam Efendi menambahkan, bahwa kejadian yang sempat viral tersebut harus menjadi catatan, karena merupakan preseden buruk bagi penataan birokrasi di Pemkot Bengkulu. Rustam Efendi berharap, Walikota Bengkulu lebih tegas lagi.

“Kita harapWalikota Bengkulu lebih tegas lagi, jangam hanya ambil viralnya saja,” jelas Rustam Efendi.

Terkait cucuk cabut jabatan Plt, Kadinkes beberapa waktu lalu mendapat sorotan publik, seperti Aktivis Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Bengkulu menyayangkan pengangkatan kembali Sri Martiana. Puskaki menilai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu Arief Gunadi tidak selektif sebagai Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Sehingga, dalam pengangkatan kembali pejabat yang pernah dicopot karena peristiwa viral tersebut terkesan asal tunjuk dan dengan diangkatnya kembali pejabat tersebut secara tidak langsung menjadi bukti bahwa tata kelola pemerintahan amburadul.

Tak hanya aktivis, sejumlah Anggota DPRD Kota Bengkulu pun menyoroti hal tersebut dan menyatakan bahwa dalam menentukan Kepala OPD harus berdasarkan prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Serta, ASN yang diangkat harus sesuai dengan Undang-undang nomor 5 tahun 2022 dan PP nomor 30 tahun 2019 tentang penilaian kinerja ASN. Sejumlah anggota DPRD
menduga, dalam penunjukan Sri Martiana menjadi Plt Kadinkes Kota Bengkulu tersebut, Pemkot Bengkulu tidak lagi melihat Undang-undang tentang Aparatur Sipil Negara.

Terkait cucuk cabut jabatan Ptl Kadinkes, media ini sebelumnya telah tiga kali mengonfirmasi Sekda Kota Bengkulu namun Sekda bungkam. Teranyar, Rabu (18/5/2022) media ini mewawancarai lagi Sekda Kota Bengkulu terkait hal yang sama, namun Sekda tetap saja bungkam. Parahnya lagi, justru yang menjawab pertanyaan dari media bukanlah orang yang berkompeten, tapi malah salah satu pegawai dibagian protokol Pemkot Bengkulu yang tak punya kapasitas untuk menjawab.

“Udah-udah, no coment ya,” celetuk salah satu pegawai protokol Pemkot sembari mengiringi Sekda dari belakang yang buru-buru masuk mobil usai melaksanakan pelantikan pejabat UKPBJ di Kantor BKPP Kota Bengkulu. (Bay)

Related articles

Latest posts

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!