BencoolenTimes.com – Pemkab Rejang Lebong menegaskan komitmennya terhadap program sekolah gratis dengan turun langsung membantu dua siswa yang sempat putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), bantuan pendidikan diberikan agar keduanya dapat kembali melanjutkan pendidikan dan tidak kehilangan masa depan.
Apalagi, Pemkab Rejang Lebong menegaskan komitmennya dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak, tanpa terkendala faktor ekonomi. Melalui program sekolah gratis, pemkab berharap tidak ada lagi anak-anak di Rejang Lebong yang harus berhenti sekolah.
Terbaru, ada bantuan yang diserahkan langsung oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria Efendi kepada dua anak tersebut di SDN 46 Rejang Lebong pada Senin, 2 Februari 2026.
Dua siswa yang kini duduk di kelas III dan kelas V menerima bantuan seragam sekolah lengkap serta uang saku sebagai dukungan agar mereka dapat kembali mengikuti proses belajar mengajar secara normal.
Zakaria menegaskan, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi oleh negara dan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa persoalan ekonomi tidak boleh lagi menjadi alasan anak-anak berhenti sekolah. Dimana program dari Bupati-Wabup Rejang Lebong, M. Fikri Thobari dan Hendri Praja adalah sekolah gratis bahkan tanpa pungutan.
‘’Pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak tetap bersekolah. Usia mereka adalah masa belajar dan bermain, bukan untuk memikirkan biaya pendidikan. Karena sekarang sekolah sudah gratis,’’ ungkap Zakaria tegas.
BACA JUGA: https://bencoolentimes.com/pemkab-rejang-lebong-raih-uhc-awards-2026-kategori-madya/
Adapun bantuan yang diberikan meliputi seragam merah putih, pakaian batik sekolah, seragam pramuka, serta uang saku yang dapat dimanfaatkan untuk membeli perlengkapan sekolah seperti buku tulis, tas, dan alat tulis lainnya.
Menurut Zakaria, bantuan tersebut tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga sebagai bentuk perhatian dan motivasi agar siswa kembali percaya diri dan semangat belajar bersama teman-temannya.
‘’Kami ingin mereka merasa setara dengan siswa lainnya. Dengan perlengkapan yang lengkap, tidak ada lagi hambatan untuk kembali bersekolah,’’ lanjut Zakaria.
Pihaknya juga menginstruksikan seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik agar lebih aktif memantau kondisi sosial di lingkungan masing-masing.
Jika ditemukan anak yang berhenti sekolah akibat kendala ekonomi, pihak sekolah diminta segera melakukan pendekatan dan melaporkannya agar dapat ditangani bersama.
‘’Sekolah jangan menunggu, jika ada anak yang tidak bersekolah karena biaya, segera rangkul dan laporkan. Pemerintah siap membantu, sekolah kan gratis, kita harap tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah karena faktor tersebut,’’ pungkas Zakaria.(OIL)



