Home Hukum BPKP Lempar Aset Pemprov Terbengkalai ke BPK

BPKP Lempar Aset Pemprov Terbengkalai ke BPK

Kondisi view tower

BencoolenTimes.com, – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu melempar ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bengkulu mengenai adanya aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang terbengkalai.

Aset terbengkalai itu seperti menara View Tower dan Mess Pemda yang tampak tidak terurus bahkan menuai protes warga. Diketahui, View Tower saat ini masih banyak dikunjungi wisatawan baik dari Bengkulu maupun daerah luar Bengkulu.

Keluhan warga tersebut banyak masuk ke meja redaksi media ini dan sebelumnya media ini sudah melihat kondisi di lapangan dan memang benar adanya. Tak hanya itu, bangunan yang dulu digadang sebagai Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu di Kelurahan Jitra hingga kini juga kondisinya mangkrak.

Mengenai aset Pemprov yang terbengkalai tersebut, media ini mencoba mengonfirmasi BPKP Perwakilan Bengkulu sebagai pihak berwenang mengenai terbengkalainya aset-aset tersebut.

Namun sayangnya, saat ditemui wartawan perwakilan dari BPKP Provinsi Bengkulu, Sutisan mengarahkan wartawan untuk menanyakan hal tersebut ke BPK RI Perwakilan Provinsi Bengkulu.

“Masih proses, coba kamu tanya sama BPK soalnya mereka ngawas pembangunan juga bedanya kalau mereka itu eksternal kalau kita intern,” kata Sutisna, Senin (13/4/2021).

“Kalau masalah pembangunanya maupun keuangannya itu mungkin dari BPK, kalau kita hanya eksekusi/tindak lanjutnya dan lebih ke instansinya, nanti bangunan ini dimanfaatkan atau bagaiman, kita hanya memberikan rekomendasi,” jelas Sutisna.

Sesuai arahan, wartawan pun kemudian ke BPK RI Perwakilan Provinsi Bengkulu, untuk meminta tanggapan dan saat ingin masuk kedalam wartawan sempat dicegat sucurity yang berjaga di pintu masuk dan menanyakan keperluan datang ke BPK.

Setelah dijelaskan maksud kedatangan dan sambil menunjukkan Id card, akhirnya wartawan diizinkan masuk.

Setelah berada diruangan, wartawan dikagetkan dengan jawaban dari pihak BPK.

Bidang Humas BPK, Rony, saat bertemu dengan wartawan yang sebelumnya sudah menunggu didepan ruang tunggu tamu langsung menanyakan surat “Suratnya ada?” Tanya Rony kepada wartawan.

Lalu wartawan menjawab “Tidak ada pak,” jawab wartawan.

Kemudian wartawan bertanya “Memangnya harus pakai surat ya pak? Soalnya saya cuma mau minta tanggapan dari bapak sesuai instruksi dari pihak BPKP,” timpal wartawan.

Lalu Rony menjelaskan bahwa, jika ingin minta tanggapan atau wawancara yang membawa nama BPK itu harus bersurat “Memang sudah prosedur disini mas, kalau mau minta tanggapan/wawancara harus bersurat,” jelas Rony.

Setelah mendengar jawaban dari pihak BPK RI Perwakilan Provinsi Bengkulu yang tidak bisa memberikan tanggapan, wartawan pun beranjak pergi meninggalkan Kantor BPK.(PPJ)