Buntut Perbuatan Tak Senonoh, Oknum Pejabat Dispendik Seluma Diproses Inspektorat

Kantor Inspektorat.

BencoolenTimes.com, – Pasca mengaku mendapatkan perlakuan tak senonoh, diduga pelecehan seksual dari EH, oknum Pejabat Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Seluma, Kepala Sekolah (Kepsek) di salah satu sekolah Kabupaten Seluma resmi mengadukan oknum tersebut ke Inspektorat Kabupaten Seluma, Senin (12/7/2021).

“Kita sudah menyampaikan secara tertulis terkait kejadian ini (dugaan pelecehan seksual) dan nanti akan diproses, ditindaklanjuti oleh Inspektorat, telah naik ke pak Bupati,” kata Korban.

Korban juga mengungkapkan, pasca pengaduan buntut dari perkara tersebut, untuk proses dari Inspektorat belum bisa dipastikan berapa hari, namun pengaduan sudah diproses dan pihaknya tinggal menunggu balasan dari Inspektorat.

“Kita tunggu saja proses dari Inspektoratnya terkait ini,” ungkap Korban.

Korban mengaku, hingga sampai saat ini terduga pelaku belum pernah menghubungi korban. Bahkan suami korban mencoba mengonfirmasi terduga nomornya justru diblokir, sehingga belum ada komunikasi apapun. Namun salah satu keluarga terduga pelaku yakni adiknya sudah berusaha melakukan pendekatan.

“Ada adiknya yang menemui saya ke sekolah di Kantor. Ya karena dia minta klarifikasi saya sampaikan yang punya masalah itu kan terduga pelaku. Saya tanya ke bapak itu alasannya datang dan disuruh apa, adiknya minta supaya saya tidak menyampaikan ke pihak hukum. Sementara ini kita masih melihat nanti perkembangan ini seperti apa menunggu dari Inspektorat dulu,” tutup Korban.

Sebelumnya, Minggu (11/7/2021) korban saat ditemui media ini disalah satu tempat di Kota Bengkulu membeberkan bahwa dirinya pada
pada 2 Juli 2021 lalu mendapat perlakuan tak senonoh dari oknum pejabat Dispendik Seluma.

Kejadian itu berawal saat itu dirinya dipanggil oknum tersebut mengenai urusan kedinasan. Korban waktu itu masuk ke ruang kerja terduga pelaku bersama lima orang rekannya. Mereka mendapat arahan mengenai kegiatan. Setelah selesai, mereka pamit pulang termasuk korban.

“Pada saat pamit pulang itu teman-teman saya sudah pada berdiri, pas mau keluar itu saya terhalang kursi, saya bilang pak saya juga pamit. Terus dia bilang saya mau cium kamu, saya bilang saya gak mau pak. Saya berdiri, saya berlari tapi dia hadang, karena saya terhalang kursi, lalu saya muter keliling meja tamu dia, dan dia hadang saya lagi, dia berusaha memeluk saya. Saya nunduk dan saya dorong dan saya tendang meja kaca di ruang tamu dia, sehingga dia terjatuh, saya lari keluar pintu,” cerita korban.

Saat oknum tersebut melakukan perbuatannya itu, teman-teman korban ketika itu sudah berada diluar depan pintu, korban masih didalam karena saat akan keluar terhalang kursi sehingga sedikit terhambat.

“Setelah berhasil keluar, sesampainya di depan pintu itu banyak staf. Salah satu staf saat itu manggil saya,  bu katanya, ada apa bu saya bilang, akhirnya saya temui staf itu saya peluk staf itu terus masuk ke bidang, saya temui dan saya nangis bersama staf itu disitu (ruang bidang). Karena saya merasa emosi jadi saya hanya nangis dengan staf tersebut, karena apa yang sudah dilakukan itu diluar perkiraan saya, sangat menakutkan membuat saya gemeteran,” beber Korban.

Sebelumnya terduga pelaku juga sempat mengajak korban pergi ke Jakarta namun korban menolak. Kemudian pada bulan Mei 2021 saat ada kegiatan di Balai Adat terduga pelaku mengajak korban nyanyi berdua.

“Nah dia berusaha, ayo bu nyanyi atau kita berdua saja nyanyi, gimana. Saat itu kawan saya juga mendengar perkataan yang tidak etis untuk seorang pejabat mengucapkan seperti itu. Jadi saya merasa tidak nyaman kalau harus berdiskusi atau ngobrol dengan oknum tersebut,” ungkap Korban.

Korban mengungkapkan, sebelumnya juga mendapatkan kabar dari staf di Dispendik bahwa pejabat tersebut diduga sering begitu.

“Dengan staf-staf juga begitu, tapi itu karena saya tidak biasa dengan kejadian seperti ini maka saya merasa terganggu dengan kondisi seperti ini,” terang Korban. (Bay)