BencoolenTimes.com – Meski Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma telah memiliki program Lembar Kerja Siswa (LKS) gratis untuk 180 Sekolah Dasar (SD) di wilayah tersebut, namun program tersebut diduga tidak berlaku di SDN 140 Seluma yang berlokasi di Desa Bukit Peninjauan II.
Pasalnya, para wali murid masih diwajibkan membeli buku LKS dengan total harga Rp180 ribu untuk sembilan buku. Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya membenarkan praktik penjualan LKS tersebut.
Ia mengatakan, setiap siswa diwajibkan membeli sembilan buku LKS dengan harga yang telah ditentukan. ‘’Kami wali murid diwajibkan membeli LKS ini. Jumlahnya sembilan buku dengan harga Rp180 ribu,’’ ujar wali murid tersebut kepada wartawan ini.
Menurutnya, dalam praktik jual beli LKS ini, pihak sekolah menggunakan komite sekolah sebagai perantara. Secara langsung pihak sekolah tidak terlibat, namun penjualan tersebut diketahui oleh pihak sekolah, termasuk kepala sekolah.
‘’Kami mempertanyakan hal ini karena pernah membaca pemberitaan bahwa LKS tidak boleh diperjualbelikan. Setahu kami, Dikbud sudah menyiapkan LKS secara gratis,’’ katanya.
Ia berharap Dikbud Seluma dapat turun langsung ke sekolah untuk memperjelas persoalan tersebut. Jika memang program LKS gratis telah disiapkan, mengapa hal itu tidak diterapkan di SDN 140 Seluma.
‘’Kami berharap Dikbud turun tangan menyelesaikan masalah ini. Bukan soal uangnya, tapi kenapa program LKS gratis tidak berlaku di SDN 140,’’ ucapnya.
Terpisah, Kepala SDN 140 Seluma, Indrawami, membenarkan adanya penjualan buku LKS di sekolah tersebut. Namun ia menegaskan, pihak sekolah tidak terlibat secara langsung karena penjualan dilakukan oleh komite sekolah.
‘’Memang ada jual beli LKS, tapi itu tidak melibatkan pihak sekolah. Wali murid langsung berhubungan dengan komite,’’ jelas Indrawami.
Ia juga menerangkan bahwa program Dikbud Seluma yang ada saat ini bukan berupa LKS gratis, melainkan buku paket pelajaran yang dibeli menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
‘’Kalau untuk LKS gratis memang belum ada, yang ada itu buku paket dari dana BOS. Di sekolah buku paket sangat banyak, setiap tahun dibeli hingga puluhan juta rupiah,’’ pungkasnya.(LRS)



