Ini Hasil Kesepakatan Pemprov dan Kontraktor Soal Tuntutan Hak

BencoolenTimes.Com, – Terkait polemik kontraktor dan Dinas PUPR, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti menegaskan hal tersebut sudah clear dan disepakati semua pihak.

“Malam ini saya pimpin rapat dengan kontraktor sekitar 50 orang, didampingi Asisten 1, 2 dan 3, Kepala Dinas PU dan BPKAD. Semua pihak menyatakan kesepakatan dan para kontraktor memaklumi,” ujar Nopian, Selasa (1/1/2019) malam, usai pimpin rapat di Dinas PUPR Provinsi Bengkulu.

Semua kontraktor yang hadir, lanjut Sekda, sepakat menerima pembayaran pada anggaran perubahan 2019.

Sementara itu, juru bicara para kontraktor Anton Hirman, menegaskan setelah menerima penjelasan dari Sekda dan para asisten, para kontraktor mengapresiasi respon cepat pemerintah daerah terkait polemik kontraktor dengan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu.

Sebelumnya, Gubernur Rohidin Mersyah telah memastikan penyelesaian polemik tersebut sesuai mekanisme aturan yang berlaku dan tidak ada ada pihak yang dirugikan.

“Coba dalami betul persoalannya, PUPR menerima berkas sudah tanggal 30 dan 31 Desember. Kontrak juga berakhir di tanggal itu, jadi kapan waktunya verifikasi. Berkas para kontraktor bukan tidak diproses,” jelas Rohidin.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu juga berterimakasih pada kontraktor yang penuh tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan 100% sampai tanggal 31 Desember. Sementara itu, untuk penyelesaian administrasi proyek tidak ada waktu lagi.

“Saya pastikan semua akan dibayar lunas sesuai dengan mekanisme aturan yang berlaku dan jangan ada pihak yang dirugikan,” tegasnya.

“Kita beri penjelasan dan jaminan, karena kita ingin tahun 2019 ada percepatan pelaksanaan pembangunan. Dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan kemajuan Bengkulu,” harapnya.

Rohidin menambahkan, Silpa tahun ini lebih kecil dari tahun sebelumnya. Realisasi keuangan pada tahun 2018 meningkat 5 % menjadi 89,31%, dari tahun sebelumnya sebesar 84,51 %.

“Silpa kita jauh lebih kecil dari tahun 2017. Silpa 2017 sebesar Rp. 345 miliar, sedangkan tahun 2018 Rp. 208 miliar. Penyerapan anggaran naik 5 persen,” tutupnya. (Ros)