BencoolenTimes.com, – Ketua Front Pembela Rakyat (FPR) Provinsi Bengkulu, Rustam Efendi, SH menilai Polresta Bengkulu mulai serius lagi mengusut perkara ambruknya wisata Kota Tuo di Pasar Bengkulu Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu pasca perkara ambruknya tempat wisata baru itu menjadi salah satu poin tuntutan saat demo di Mabes belum lama ini.
“Kita melihat Polresta Bengkulu mulai serius lagi menanganinya dan kita berharap benar-benar serius. Kita mendukung dan kita dorong agar dituntaskan. Sehingga jangan sampai mandeg,” kata Rustam kepada BencoolenTimes.com, Kamis (31/8/2023).
Rustam menyebut, demo di Mabes Polri dan menyuarakan sejumlah perkara bukanlah intervensi terhadap penegakan hukum melainkan bentuk dorongan serta dukungan terhadap Polri agar perkara yang ditangani diusut tuntas sampai ke akarnya.
“Saya mengapresiasi Kapolresta Bengkulu tetap serius untuk menuntaskan proyek Kota Tuo yang diduga bermasalah. Wisata Kota Tuo ini menjadi atensi dan perhatian masyarakat. Oleh sebab itu, jika unsur perbuatan hukumnya sudah terpenuhi dan sudah diketahui siapa yang bertanggungjawab, maka segeralah tetapkan tersangkanya,” ungkap Rustam.
Rustam menduga kuat bahwa, ambruknya proyek Wisata Kota Tuo bukan karena bencana alam. Melainkan diduga gagal kontruksi atau pembangunan tidak sesuai spesifikasi, sehingga ketika diterpa ombak atau aliran air sungai ambruk karena diduga bangunan tidak kokoh.
“Dilihat secara kasat mata saja sudah bisa disimpulkan bahwa adanya dugaan masalah dalam pembangunan proyek itu. Intinya kita berharap jangan sampai mandeg penanganan perkaranya,” jelas Rustam.
Rustam berharap tidak hanya perkara Kota Tuo saja yang pengusutannya dituntaskan, namun poin-poin tuntutan pada saat demo di Mabes seperti perkara Ilegal Oil atau Mafia BBM Bersubsidi ditangani Polda Bengkulu, Tambang Ilegal di Kabupaten Bengkulu Tengah ditangani Polda Bengkulu, kasus BTT BPBD Kabupaten Seluma ditangani Polda Bengkulu, dan kasus pencurian sawit ditangani Polres Mukomuko dapat ditutaskan secara objektif.
“Ya kita minta apa yang disuarakan di Mabes Polri dituntaskan semua, meskipun tidak sesegera mungkin penuntasannya, karena kita tau bahwa untuk menuntaskan melalui proses-proses, tetapi intinya harus dituntaskan jangan sampai berhenti begitu saja,” tutup Rustam.
Diketahui, mengenai perkara ambruknya wisata Kota Tuo, Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, AKP. Sampson Sosa Hutapea mengatakan, pihaknya telah memeriksa memintai klarifikasi pejabat Pemerintah Kota Bengkulu dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu. Sedangkan untuk kontraktor pelaksana kegiatan belum diperiksa penyidik.
“Kontraktor belum, pihak pejabat Pemkot sudah dimintai klarifikasi yang jelas dari Dinas Pekerjaan Umum,” kata Sampson belum lama ini.
Sampson menuturkan, yang menjadi hambatan penyidik dalam pengusutan ambruknya Wisata Kota Tuo tersebut yakni pengumpulan dokumen.
“Hambatannya kami masih mengumpulkan dokumen-dokumen. Untuk sementara ini Polresta yang melakukan penyelidikan awal,” tutur Sampson.
Sampson menegaskan, penyelidikan masih terus dilakukan. Pihaknya juga akan mengundang ahli kontruksi untuk melihat dari awal perencanaan pembangunan hingga terjadinya ambtuk pada bangunan.
“Kota Tuo masih kami melakukan penyelidikan karena Kota Tuo ini terbagi menjadi dua, ada dana dari Kota, ada dana dari Kementerian. Yang pasti kami selalu koordinasi dengan Polda, karena nanti pasti kami undang ahli fisik untuk menecek dari awal perencanaan sampai pada terjadinya kerusakan pada bangunan tersebut,” tegas Sampson.
* Berikut sederet soal Kota Tuo Bengkulu berdasarkan data-data yang berhasil dihimpun media ini.
1. Destinasi Wisata Baru
Wisata Kota Tuo Kota Bengkulu merupakan destinasi wisata baru di Kota Bengkulu yang masuk dalam program KOTAKU. Wisata Kota Tuo diresmikan oleh Walikota Bengkulu pada 1 November 2021. Melalui pembangunan Kota Tuo itu, Walikota berkomitmen untuk menata Pasar Bengkulu dan mengembalikan aura kejayaan sejarah Bengkulu tempo doeloe. Wisata Kota Tuo saat ini baru terealisasi tahap satu, selanjutnya akan ada tahap dua dan tiga, kawasan ini akan membentang dari jembatan Pasar Bengkulu hingga Jembatan Sungai Bengkulu (Kampung Kelawi).
2. Dibangun Kolaborasi APBN dan APBD Kota Bengkulu
Pembangunan Kota Tuo hasil kolaborasi Pemkot Bengkulu dan Pemerintah Pusat. Didanai APBD dan APBN. Pembangunan tahap 1 menelan anggaran miliaran dari APBD Rp 6,5 miliar dan APBN sekitar Rp 12 miliar. Nilai yang cukup fantastis.
3. Pembangunan direncanakan meliputi tiga tahap.
Pembangunan Kota Tuo direncanakan tidak hanya sebatas pada segmen 1, namun direncanakan dilanjutkan pada segemen segmen 2 dan 3.
Segmen 1, tema wisata maritim. Ada galangan kapal dimana masyarakat bisa menyaksikan proses pembuatan kapal. Ditambah fasilitas wisata dan jogging track.
Segmen 2, tema sejarah dengan merevitalisasi mesjid tuo (mesjid mujahidin). Merevitalisasi Benteng York, yang merupakan cikal bakal dibangunnya Benteng Marlborough. Merevitalisasi Dermaga lama.
Segmen 3, tema Agrowisata. Menata persawahan menjadi agrowisata dan kawasan kumuh, menjadi kawasan pemukiman yang bersih dan indah.
4. Dikerjakan PT. Adhi Karya
Pembangunan Wisata Kota Tuo yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut dibangun oleh kontraktor pelaksana PT. Adhi Karya. Pembangunan sempat terkendala karena ada kapal didekat pembangunan. PT. Adhi Karya diketahui merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang Kontruksi, EPC, Properti, Real Estat, Investasi Infrastruktur, Pelaksanaan Infrastruktur, dan Fasilitas Kereta Api, Pengadaan Barang dan Jasa Hotel.
5. Baru Setahun Sudah Ambruk
Bangunan Wisata Kota Tuo yang diresmikan 1 November 2021 umurnya kurang lebih baru setahun, namun kondisinya kini sangat riskan. Pasalnya, destinasi wisata yang digadang bisa mendongkrak perekonomian masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut tak sesuai harapan karena baru pembangunan tahap 1 sudah ambruk. Ada pihak menilai bahwa ambruknya bangunan karena bencana alam, ada pula yang menduga karena gagal kontruksi.
6. Diduga Gagal Kontruksi
Pembangunan Wisata Kota Tuo tahap I di Pasar Bengkulu Kota Bengkulu diduga tidak sesuai spesifikasi atau volume pekerjaan.
Berdasarkan informasi valid media ini, proyek milik Balai Prasana Permukiman Wilayah Bengkulu Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Cipta Karya yang dikerjakan menggunakan APBN dan APBD Kota Bengkulu tersebut diduga ada pengurangan volume bangunan pada bagian pelapis tebing Sungai Bengkulu. Selain itu, pada pemasangan Pipa besi dan pembangunan sitbel diduga juga tidak sesuai dengan spesifikasi sehingga diduga gagal kontruksi.
Terkait dugaan gagal kontruksi, Made Ardana STMT, selaku Sekretaris Pokja Perumahan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Bengkulu mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian bersama dengan semua pihak yang terkait dengan pembangunan wisata Kota Tuo.
“Nanti kita, tadi sudah sepakat dengan kawan-kawan kita akan buat kajian bersama. Sekarang belum bisa berargumentasi karena belum ada hasil kajian itu,” kata Made saat diwawancarai di Wisata Kota Tuo, Jumat (24/2/2023).
Saat disinggung apakah penyebab ambruknya bangunan karena tidak sesuai spesifikasi ?
Made Ardana STMT selaku Sekretaris Pokja Perumahan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Bengkulu, menyatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan hal tersebut.
“Kita belum bisa menyimpulkan itu, karena belum ada kajiannya kan, tapi sementara informasi dari KPP itu karena bencana banjir dua kali menerjang,” jelas Made.
7. Diusut Aparat Penegak Hukum (APH).
Ambruknya pembangunan wisata Kota Tuo saat ini sedang diusut APH yakni Polresta Bengkulu. Saat ini Polresta Bengkulu sedang melakukan penyelidikan terhadap proyek tersebut. Polresta Bengkulu telah melayangkan surat panggilan ke sejumlah pihak antara lain Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu dan Kabid di Dinas PUPR Kota Bengkulu. (JRS)