8 C
New York
Monday, March 16, 2026

Buy now

spot_img

Korban Pemukulan Oknum Warek Didampingi LBH KAHMI

BencoolenTimes.com – Korban pemukulan Oknum Wakil Rektor (Warek) Kampus Dehasen di dampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa ISlam (KAHMI) Provinsi Bengkulu.

Korban pemukulan Oknum Warek, salah satunya diketahui merupakan Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu. LBH KAHMI yang mendampingi korban pemukulan meminta agar kasus dugaan penganiaan diduga dilakukan Oknum Warek Kampus Dehasen tersebut, bisa diusut tuntas.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Korps Alumni HMI (KAHMI) Bengkulu, Aan Julianda menyampaikan, mereka meminta Polresta Bengkulu segera mengusut tuntas kasus ini.

‘’Kita minta Polresta Bengkulu segera menuntaskan perkara dugaan penganiayaan mahasiswa yang di lakukan oknum Warek Kampus Dehasen yang diduga terjadi dalam Kampus Dehasen beberapa waktu lalu,’’ pinta Aan.

Baca Juga  LBH KAHMI Siap Dampingi Korban Penganiayaan

Sementara itu, Kuasa Hukum korban, Rendi Sapoetra menegaskan pihaknya meminta Polresta Bengkulu bertindak profesional dan adil dalam menangani perkara tersebut.

‘’Kami meminta dan mendesak pihak kepolisian untuk menegakkan hukum seadil-adilnya. Kemudian mengedepankan prinsip keseimbangan dalam proses peradilan dan meminta untuk benar-benar menegakkan keadilan,’’ tegas Rendi.

Ditambahkan Rendi, kasus ini harus diproses secara transparan tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun, mengingat dugaan pelaku merupakan oknum pejabat di lingkungan kampus.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, Kompol Sujud Alif Yulamlam saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh wartawan menyampaikan bahwa proses hukum masih berjalan. ‘’Hari ini diagendakan periksa saksi-saksi,’’ singkat Sujud.

Baca Juga  Setelah Dugaan Penganiayaan Dilaporkan, LLDIKTI Didesa Copot Oknum Warek

Dalam perkara ini, dugaan tindak kekerasan disebut-sebut dilakukan menggunakan dua tongkat milik petugas keamanan (satpam). Peristiwa tersebut diduga bermula dari dinamika kontestasi Pemilihan Presiden Mahasiswa (Pilpresma) di kampus setempat.

Kasus ini pun menjadi sorotan karena terjadi di lingkungan perguruan tinggi yang seharusnya menjunjung tinggi nilai intelektualitas dan penyelesaian konflik secara dialogis. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan publik menantikan langkah tegas aparat dalam mengungkap fakta sebenarnya.

Sayangnya, Oknum Warek yang diduga melakukan pemukulan terhadap Mahasiswa maupun pihak Kampus Dehasen sendiri, hingga saat ini belum memberikan respon dan klarifikasi terkait laporan tersebut.

Baca Juga  LBH KAHMI Siap Dampingi Korban Penganiayaan

Aksi pemukulan ini sendiri diduga terjadi di dalam Kampus Dehasen beberapa waktu lalu saat ada kegiatan Pemilihan Presiden Mahasiswa di kampus tersebut. Oknum Warek diduga melakukan penganiayaan dengan cara memukul menggunakan tongkat security.(OIL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!