Home Hukum Rentan Terpapar Terorisme, Waktunya Perempuan Jadi Agen Perdamaian

Rentan Terpapar Terorisme, Waktunya Perempuan Jadi Agen Perdamaian

Kasi Partisipasi Masyarakat BNPT Pusat Letkol Laut Setyo Pranowo menyampaikan materi

BencoolenTimes.Com, – Pencegahan radikalisme dan terorisme, penting digaungkan untuk perempuan. Pasalnya, beberapa kasus terorisme dan pemboman sudah melibatkan perempuan, anak, bahkan sekeluarga.

Ini disampaikan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bengkulu, Brigjen Pol (Purn) Ruslan Riza saat menyampaikan sambutan di acara “Perempuan Agen Perdamaian”.

 

 

Kegiatan ini berlangsung di Grage Hotel Bengkulu (Horizon), Rabu (19/8/2020) pagi. “Kerentanan perempuan terpapar terorisme ini, harus kita cegah bersama,” kata Ruslan.

Brigjen Pol (Purn) Ruslan Riza

“Waktunya perempuan menjadi agen perdamaian, salah satunya dengan menangkal radikalisme dan terorisme,” imbuh Ruslan.

Kegiatan ini dihadiri, yakni Kasi Partisipasi Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Pusat, Letkol Laut Setyo Pranowo.

“Kenapa perempuan rentan terpapar terorisme? Antara lain, menyesuaikan pola kelompok terorisme internasional (ISIS),” ungkap Setyo saat menjadi narasumber diskusi “Perempuan Agen Perdamaian”.

Kasi Partisipasi Masyarakat BNPT Pusat, Letkol Laut Setyo Pranowo menyerahkan buku Perempuan Agen Perdamaian

Selain itu, jaringan teroris laki-laki mulai susah bergerak dan banyak tertangkap. Sehingga perempuan dianggap efektif mengelabui lawan.

Perempuan juga banyak mengalami kekerasan fisik dan psikis, “Sehingga perempuan mudah disusupi ajaran-ajaran sesat,” terang Setyo.

Kerentanan perempuan, salah satunya juga lewat dunia maya atau media sosial. “Ibu-ibu harus cerdas dalam bermedsos,” imbuh Setyo.

Narasumber lainnya, Ketua Bidang Perempuan dan Anak FKPT Bengkulu, Fatimah Yunus menjelaskan, Bengkulu masih tergolong daerah aman dari ancaman radikalisme dan terorisme.

Namun demikian, Fatimah mengingatkan para perempuan di Bengkulu harus selalu waspada. Karena wabah terorisme itu tanpa disadari bisa menjangkit lewat rutinitas keseharian.

Kabid Perempuan dan Anak FKPT Bengkulu, Fatimah Yunus

“Waspadai media sosial, paham sesat biasanya rentan disebar lewat grup-grup medsos, atau pesan-pesan langsung yang membuat perempuan rentan terpapar terorisme,” jelas Fatimah.

Butuh kesadaran, lanjut Fatimah, serta kerjasama antara tokoh, pemangku kebijakan dan organisasi-organisasi perempuan, untuk menggaungkan perempuan sebagai agen perdamaian, sehingga tujuan menangkal radikalisme dan terorisme bisa tercapai.

Narasumber dari The Asian Muslim Action Network (AMAN), Siti Hanifah Haris memaparkan, perempuan harus berperan menjaga keluarga dan warga sekitar, untuk menangkal radikalisme dan terorisme.

“Wabah media sosial yang berisi ajakan negatif, kita tangkal bersama. Kita juga harus pintar dalam menerima informasi, baik dari berita, dari media sosial, maupun buku. Jangan langsung menelan mentah-mentah,” ingat Siti.

Narasumber dari AMAN, Siti Hanifah Haris

Selain itu, harus pintar dalam menafsirkan suatu ilmu ataupun informasi. Penafsiran yang salah, terutama penafsiran menyangkut agama, sangat mudah menjangkit warga untuk terpapar radikalisme maupun terorisme.

“Perempuan agen perdamaian. Ini kita gaungkan untuk perempuan-perempuan seluruh Indonesia, sehingga radikalisme dan terorisme bisa kita cegah,” tutup Siti.

Acara ini juga dihadiri praktisi, organisasi, TNI, Polri, mahasiswi, serta birokrasi di Provinsi Bengkulu.

Dalam kegiatan ini, peserta dan panitia menyelenggarakan acara dengan tetap menjaga protokol kesehatan covid-19.(APA)