Selewengkan Dana Desa Hingga Rugikan Negara Ratusan Juta, Mantan Kades Ditahan

Kasat Reskrim Polres Lebong

BencoolenTimes.com, – Mantan Kepala Desa (Kades) Semelako II Kecamatan Lebong Tengah inisial FS diamankan unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) satuan Reskrim (Sat Res) Polres Lebong Polda Bengkulu lantaran diduga telah menyelewengkan Dana Desa tahun 2019 sebesar Rp 227 juta.

Terungkapnya dugaan penyelewengan itu berawal dari adanya temuan dari Inspektorat Kabupaten Lebong atas pengelolaan Dana Desa tahun 2019 di Desa Semelako II sebesar Rp 848 juta yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 227 juta.

Atas temuan itu unit Tipikor Satreskrim Polres Lebong melakukan penyelidikan, setelah penyelidikan, setelah perkara ini ditingkatkan ke penyidikan dan telah mendapatkan bukti cukup. Penyidik kemudian menetapkan FS sebagai tersangka.

Berdasarkan hasil penyidikan dari Rp 848 juta total anggaran Dana Desa yang diperuntukan untuk Desa Semelako II hanya terserap Rp 527 juta masing-masing Dana Desa tahap I sebesar Rp 169 juta dan  tahap II sebesar Rp 339 juta. Sementara untuk tahap III tidak lagi dikelola oleh FS, karena masa jabatannya telah habis.
Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur SIk melalui Kasat Reskrim, IPTU Didik Mujiyanto SH MH saat dikonfirmasi, Minggu (29/11/2020) menjelaskan, Setelah ditetapkan sebagai tersangka, FS langsung ditahan di sel tahanan Mapolres Lebong.

Kasat Reskrim melanjutkan, pengusutan perkara ini atas dasar temuan dari Insprektorat yang ternyata dalam pengelolaan Dana Desa tersebut ada beberapa item pekerjaan fisik yang menggunakan Dana Desa yang dikurangi volumenya, sehingga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 227 juta.

“Tersangka mencairkan Dana Desa tahun 2019 untuk tahap I dan II dengan total Rp 527 juta dan didapatlah kerugian negara dari Dana Desa yang dicairkan oleh tersangka,” ungkap Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah akan ada tersangka lain, dikarenakan perkara ini masih akan dikembangkan lebihlanjut.

“Nanti kita lihat saja perkembangan lebih lanjut,” tutup Kasat Reskrim. (Bay)