Tak Puas dengan Hasil Pilgub Agusrin-Imron Menggugat

Juru Bicara Agusrin-Imron saat Konferensi Pers, Jumat (18/12/2020)

BencoolenTimes.com, – Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3 Agusrin M Najamudin-Imron Rosyadi menggugat hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu.

Gugatan tersebut karena pihanya tidak puas dengan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan dipilih dengan sejumlah alat bukti dugaan kecurangan lawan tarung dalam Pilkada tersebut.

Juru Bicara (jubir) Tim Pemenangan Paslon AIR, Suryawan Halusi, S.Sos, M.Si mengatakan, indikasi kecurangan itu berdasarkan temuan-temuan yang dikumpulkan tim pemenangan di lapangan. Bahkan, pihaknya pun telah melakukan analisis secara mendalam.

“Secara umum bahwasanya dalam Pilgub lalu ada indikasi mencurangi Paslon 03 diduga secara Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM),” ungkap Suryawan.

Menurutnya, ada berbagai macam bentuk dugaan kecurangan yang terendus. Diantaranya, seperti modus penggelembungan suara, suara yang tidak sah, dan bentuk lainnya.

“Dengan modus-modus tersebut, mengakibatkan sekitar 68.000 suara Paslon 03 hilang. Disini kita bukan mempersoalkan kalah atau menang, yang menjadi persoalan adalah suara rakyat dikhianati,” ungkap Suryawan.

Suryawan melanjutkan, kecurangan itu diduga kuat melibatkan penyelenggara sebagai rekanannya. Dalam praktiknya, bekerjasama dengan salah satu Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur lain.

“Jadi upaya hukum yang kita lakukan ini nanti, murni memperjuangkan suara rakyat. Karena bagaimanapun juga suara rakyat merupakan suara Tuhan,” tuturnya.

Selain itu, saksi Paslon AIR, Gunziryadi menambahkan pihaknya telang mengantongi alat bukti dari indikasi kecurangan. Mulai dari rekeman video dan juga pernyataan dari KPPS yang mengakui perbuatannya.

“Untuk keberatan terhadap hasil Pilgub, sebelumnya sudah kita sampaikan kepada Bawaslu Provinsi. Selanjutnya secara internal kita rapat terlebih dahulu untuk melakukan upaya hukum lainnya. Kalau dari investigasi kita, berbagai modus memang dilakukan untuk mencurangi Paslon nomor urut 03. Seperti yang KPPS tadi, dimana Paslon lain mengiming-imingi imbalan,” ujar Gunziryadi.

Sekedar informasi, hasil rekapitulasi dalam rapat pleno terbuka KPU Provinsi Bengkulu, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 03 memperoleh suara terkecil dari Paslon lainnya.

Pasangan Helmi Hasan dan Muslihan DS dengan nomot urut 01, memperoleh 328.364 suara.

Sementara, pasangan Petahana Rohidin Mersyah dan Rosjonsyah dengan nomor urut 02, sebanyak 418.080 suara.

Sedangkan, pasangan Agusrin M Najamuddin dan Imron Rosyadi, memperoleh 268.316 suara. (Sumber: PedomanBengkulu.com)