Tingkatkan Kemampuan, Puluhan Jurnalis Ikut Pelatihan Bahasa

BencoolenTime.com – Dalam upaya meningkatkan pemahaman penggunaan Bahasa Indonesia yang tepat dan benar, Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Berkerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu, mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan Bahasa Indonesia bagi insan Media Massa Sekota Bengkulu.

Pelatihan Bahasa Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Nala Sea Side mulai 16 Juli hingga 17 Juli 2020 dan diikuti 30 orang dari perwakilan Jurnalis yang berasal dari berbagai media massa di Provinsi Bengkulu.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Karyono mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang tepat dan benar. Sehingga mampu mengedukasi wartawan dan mampu menciptakan para insan Media yang berdedikasi dan bermutu.

“Diadakan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman agar menjadikan para insan Media yang handal, dan dapat menyajikan informasi yang mudah dimengerti tentunya,” kata Karyono.

Karyono menuturkan, pelatihan ini adalah suatu upaya agar insan Media dalam menyajikan karya yang berkualitas dapat menggunakan Bahasa Indonesia yang tepat dan benar, sehingga tersajinya informasi yang mudah dipahami oleh pembaca. Kegiatan ini sama sekali tidak ada maksud untuk menggurui insan Media, melainkan suatu harapan bersama, agar para insan media massa di Bengkulu, bisa lebih bermutu lagi dan menjadi guru dari guru.

“Sehingga bisa bertahan dan bahkan bisa meningkatkan kualitas ditengah perkembangan zaman nantinya,” ucap Karyono.

Sementara, Ketua Parsatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu Zacky Antoni menyatakan, perkembangan media massa saat ini sangat luar biasa. Bahkan, dalam melakukan kegiatan insan Media tidak hanya dilakukan oleh perusahaan pers saja. Melainkan dilakukan juga di media-media sosial baik itu Instagram, Facebook,  YouTube dan twitter.

Oleh karena itu, upaya menyikapi tantangan tersebut maka para insan media yang bekerja di perusahaan pers maka mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya mampu meng-update diri, misalnya dalam menyajikan karya jurnalistik harus memenuhi kebutuhan dari masyarakat.

Terlebih lagi, dalam pemilihan kata-kata dan tata bahasa yang tidak pas maka media tersebut tidak akan dipercaya lagi oleh masyarakat.

“Maka kita harus memperkuat karya-karya pers dan tentunya tetap mematuhi kode etik. Itulah yang membedakan kita jurnalitik atau tidak,” ungkap Zacky. (Dev)