Home BDTV Anak Ini Rela Gantikan Ibunya Dipenjara Gara-gara Buang Sampah di Pantai Panjang

Anak Ini Rela Gantikan Ibunya Dipenjara Gara-gara Buang Sampah di Pantai Panjang

BencoolenTimes.com, – Viral video ibu membuang sampah di Pantai Panjang Kota Bengkulu, cepat ditindaklanjuti Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu, Helmi Hasan dan Dedy Wahyudi.

Ibu bernama Mardiani, yang membuang sampah di Pantai Panjang tepatnya masuk Kelurahan Sumur Meleleh, akhirnya ditemukan dan dibawa ke kantor kelurahan.

Mardiani tak sendirian saat membuang sampah, ia bersama Melisa. Keduanya merupakan karyawan Warung Emmi di pinggir Pantai Panjang. Pemilik warung, Emmi juga ikut dibawa ke kantor lurah.

Wakil Walikota Dedy Wahyudi langsung menggelar rapat untuk menentukan hukuman yang akan diberikan kepada ibu yang membuang sampah.

Dalam rapat itu, selain 3 ibu tersebut, juga ada Kasatpol PP Kota Bengkulu, Kadis Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, Camat Teluk Segara, Lurah Sumur Meleleh, Babinsa dan Babinkamtibmas.

Kasatpol PP Yurizal sempat menyampaikan, sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2011, sanksi bagi pembuang sampah tidak pada tempatnya, “Dikenakan hukuman kurungan 3 bulan atau denda Rp 5 juta,” kata Yurizal.

“Ibu Mardiani sudah mengakui perbuatan ibu kan. Nah ibu dengar sendiri hukumannya,” tegas Dedy Wahyudi kepada ibu Mardiani.

Mardiani sempat mengakui perbuatannya, namun ia bersikeras sampah yang dia buang ke pantai merupakan sampah dari rumahnya, bukan dari warung tempat ia bekerja.

Mendengar pengakuan sang ibu, Firman, anak Mardiani yang datang ke kantor lurah, langsung mendekati ibunya dan meminta ibunya jujur.

“Bukan sampah dari rumah, ibu jangan bohong. Sampah di rumah saya yang buang ke tempat sampah. Ibu jangan mengorbankan diri ibu, jujur saja sampah itu dari mana,” teriak Firman hingga sempat membuat suasana kantor lurah heboh.

Wawali Dedy Wahyudi lantas meminta Mardiani jujur, hingga sang ibu pembuang sampah di Pantai Panjang itu mengakui itu sampah dari tempat ia bekerja.

“Pak Wawali, tolong maafkan ibu saya. Jika ibu saya mengulangi lagi perbuatannya, biar saya yang dipenjara. Kami kurang mampu pak, saya anak yatim. Ibu saya janda dan harus menafkahi 5 anak. Silakan ingat wajah saya, kalau ibu saya mengulangi, saya siap dipenjara menggantikan ibu saya,” mohon Firman sembari berurai air mata.

“Maafkan kami pak Wawali, maafkan kami pak. Kami orang susah, tidak sanggup membayar denda. Jangan penjara kami pak,” pinta Mardiani menangis.

Setelah berkoordinasi bersama Kasatpol PP, Kadis LH, Camat, Lurah, Babinsa dan Babinkamtibmas, akhirnya Wawali Dedy Wahyudi mengambil keputusan untuk memaafkan Mardiani, juga Melisa dan Emmi.

“Ini peringatan tegas untuk bu Mardiani, begitu juga bu Melisa dan pemilik warung bu Emmi. Kami masih punya hati nurani, tapi tolong kita sedang berjuang membuat Kota Bengkulu bersih. Jadi untuk saat ini, ibu bertiga kami beri sanksi memungut sampah di pantai,” tegas Dedy.(bro)

Simak liputannya di Kanal BDTV Cacam Nian