6.8 C
New York
Sunday, February 15, 2026

Buy now

spot_img

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dan Tim GTRA Terima Peserta Aksi Unjuk Rasa

BencoolenTimes.com – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dan Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) terima peserta aksi unjuk rasa dengan duduk lesehan bersama di teras Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu, 24 September 2025.

Gubernur Helmi Hasan bersama Tim GTRA menerima peserta aksi unjuk rasa dalam rangka Peringatan Hari Tani Nasional 2025. Dalam kesempatan tersebut, para petani, mahasiswa dan organisasi lingkungan menyampaikan aspirasi mereka, khususnya penyelesaian konflik agraria di berbagai daerah.

‘’Kita sangat merespons dan welcome, tadi para petani meminta dibentuk tim bersama untuk menuntaskan permasalahan konflik pertanian yang sedang terjadi. Semuanya sudah sepakat dan menandatangani,’’ tegas Gubernur Helmi Hasan di hadapan massa aksi unjuk rasa.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan

Gubernur Helmi Hasan menyampaikan, dalam waktu dekat akan dilakukan rapat bersama tim GTRA. Dengan melibatkan petani, organisasi lingkungan, mahasiswa, hingga aparat penegak hukum.

Baca Juga  Gubernur Helmi Hasan Ajak Perusahaan Salurkan Zakat Melalui BAZNAS

Pertemuan itu direncanakan digelar secara terbuka dan bahkan dapat disiarkan langsung melalui media sosial seperti TikTok. ‘’Yang jelas, rakyat tidak boleh kehilangan haknya,’’ sebut Gubernur Helmi Hasan.

‘’Petani tidak boleh tidak bisa bertani karena kehilangan lahannya dan itu menjadi amanah prinsip yang berulang kali Bapak Presiden Prabowo Subianto sampaikan. Setelah ini ada waktu 14 hari untuk menyelesaikan permasalahan yang ada sekarang,’’ sambung Gubernur Helmi Hasan.

Gubernur Helmi Hasan juga menegaskan, berbagai informasi yang disampaikan petani akan ditindaklanjuti, termasuk dugaan adanya perusahaan nakal yang berkonflik dengan petani.

Baca Juga  Gubernur Bengkulu Kunjungi Kementerian PKP, Menteri Maruarar Akan Tinjau Perumahan di Bengkulu 

Semua laporan akan diselidiki dengan melibatkan aparat penegak hukum (APH). ‘’Jangan ragu, APH kita sudah melakukan berbagai upaya nyata,’’ tambah Gubernur Helmi Hasan.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan

Sementara itu, salah satu perwakilan petani, Puji Hendry Julita Sari, mendesak gubernur agar membentuk tim khusus yang benar-benar berpihak kepada rakyat, dengan nama ‘Reforma Agraria Sejati Adil Gender’.

Ia menyoroti kasus-kasus konflik agraria di Pino Raya dan Bengkulu Utara yang hingga kini belum tuntas. ‘’Kita minta GTRA ke depan tidak gagal seperti waktu lalu. Hentikan perampasan tanah, kriminalisasi, dan intimidasi kepada petani, nelayan, serta masyarakat adat,’’ tegas Puji.

Tuntutan massa juga mencakup moratorium seluruh izin perusahaan di Bengkulu yang merusak lingkungan, mengusut tuntas perusahaan yang beroperasi secara ilegal, serta memastikan tanah dikelola untuk kemakmuran rakyat.

Baca Juga  Bersama Ustadz Maulana, Gubernur Helmi Hasan Ajak Warga Bengkulu Sambut Ramadhan

‘’Sudah cukup kita pinjamkan tanah untuk perusahaan. Saatnya tanah ini kita berikan kepada petani untuk dikelola,’’ seru Puji yang juga merupakan anggota lembaga Ruang Puan Bengkulu.

Selain itu, para petani mendorong adanya kebijakan tata kelola dan usaha produksi agraria yang mampu memperkuat ketahanan pangan mandiri sekaligus membawa kemakmuran bagi rakyat Bengkulu.

Di akhir pertemuan, suasana semakin hangat ketika para petani memberikan hasil bumi mereka kepada Gubernur Helmi Hasan. Pisang, lengkuas, daun serai, hingga ubi kayu diserahkan sebagai simbol bahwa tanah dan pertanian adalah sumber kehidupan rakyat yang harus dijaga.(OIL/RMC)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!