9 C
New York
Monday, March 16, 2026

Buy now

spot_img

Hati-Hati Penipuan Online, Akun WhatsApp Palsu Sasar Manajer Media Bengkulu

BencoolenTimes.com – Kejahatan siber dengan modus pencatutan identitas kembali marak terjadi di Bengkulu. Kali ini, pelaku diduga menggunakan akun WhatsApp palsu yang mengatasnamakan mantan karyawan salah satu perusahaan media lokal untuk menipu rekan kerja lamanya.

Peristiwa tersebut dialami oleh Dita Asfani, seorang manajer di grup perusahaan media, pada Minggu, 8 Februari 2026. Pelaku menyamar sebagai Andri Sekiro, mantan karyawan yang diketahui telah mengundurkan diri dan saat ini bekerja di luar negeri.

Kronologi bermula ketika sebuah akun WhatsApp bernomor +62 823-3453-3362 menghubungi korban dengan nama dan foto profil menyerupai Andri Sekiro. Percakapan diawali dengan sapaan yang terkesan wajar dan akrab, sehingga tidak langsung menimbulkan kecurigaan.

Baca Juga  Awang dan Andy Putra Hanya Bantu Angkat Uang, Bukan Menghalangi Penyidikan

Pelaku bahkan bersikeras mengajak berkomunikasi melalui panggilan WhatsApp. Karena merasa tidak ada kejanggalan pada awalnya, korban pun mengangkat panggilan tersebut yang berlangsung selama beberapa detik.

Namun, saat percakapan berlangsung, korban mulai merasa ada perbedaan, terutama dari suara, logat, dan gaya bahasa yang tidak sesuai dengan karakter orang yang dikenalnya.

“Awalnya tidak curiga karena dia berani menelepon. Tapi setelah berbicara langsung, saya mulai merasa aneh. Suara dan cara bicaranya tidak seperti Andri,” ungkap Dita Asfani.

Untuk memastikan, korban kemudian melakukan konfirmasi langsung kepada Andri Sekiro melalui akun media sosial dan jalur komunikasi yang biasa digunakan. Dari hasil klarifikasi tersebut, dipastikan bahwa Andri tidak pernah menghubungi pihak perusahaan melalui nomor WhatsApp dimaksud.

Baca Juga  Awang dan Andy Putra Hanya Bantu Angkat Uang, Bukan Menghalangi Penyidikan

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa akun tersebut merupakan akun palsu yang sengaja dibuat untuk tujuan penipuan. Beruntung, upaya pelaku belum sempat menimbulkan kerugian materi karena korban memilih bersikap waspada dan melakukan verifikasi lebih lanjut.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya di lingkungan profesional dan dunia kerja, bahwa pelaku kejahatan siber kerap memanfaatkan kedekatan emosional dan kepercayaan antarindividu untuk melancarkan aksinya.

”Penipu online sekarang semakin percaya diri. Modusnya semakin rapi, mulai dari meniru identitas hingga berani melakukan panggilan langsung,” pungkas Dita Asfani.(PUL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!