Home BDTV Polisi Dalami Dugaan PNS Cabul Modus Butuh Sperma untuk Penelitian

Polisi Dalami Dugaan PNS Cabul Modus Butuh Sperma untuk Penelitian

BecoolenTimes.com, – Dugaan pencabulan yang diduga dilakukan oknum Pegawai Negeri Sipi (PNS) inisial I warga Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu terhadap pelajar bawah umur yang sempat ditelusuri Tim Pemburu Tempat Kejadian Perkara (TKP) BDTV Cacam, Senin (7/92020) malam saat ini dalam penyelidikan dan pendalaman Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkulu Tengah.

Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Andjas Adi Permana melalui Kasat Reskrim Iptu Iman Paluki saat di wawancarai media, Selasa (8/9/2020) menjelaskan, dugaan pencabulan yang dilaporkan ke Polres Bengkulu Tengah tersebut diduga dilakukan seorang Ketua RT yang berstatus PNS.

Kronologis kejadiannya yaitu terduga pelaku ini menghubungi korban melalui via WhatsApp dan mengajak korban pergi kesebuah pondok dengan mengiming-imingi korban dengan uang, korban kemudian mengikuti ajakan korban tersebut dengan mengendarai mobil. Setelah sampai di pondok korban oleh terduga pelaku diminta pindah tempat duduk di belakang dan meminta korban membuka celananya yang kemudian diduga dicabuli.

“Pak RT ini melakukan tindakan yang bisa dikatakan pencabulan, karena dalam hal ini dia (terduga pelaku) membujuk korban untuk dicabuli hingga kemaluan korban mengeluarkan cairan (Sperma). Setelah selesai melakukan itu terduga dan korban kemudian pulang ke Rumah masing-masing,” kata Iman.

Keterangan dari korban, sambung Iman, ia diimingi uang sebesar 100 ribu dan kemungkinan korban mengikuti kemauan terduga pelaku. Terduga korban juga mengakui hal tersebut baru pertama terjadi.

“Masih kita dalami kasusnya,” jelas Iman.

Berdasarkan penelusuran tim TKP BDTV Cacam Nian, dan saat menemui pihak keluarga korban yakni bibi didampingi nenek korban menuturkan, berdasarkan pengakuan korban dugaan pencabulan yang dilakukan terduga pelaku terjadi Jumat (4/9/2020) malam, di kawasan Jalur Dua Pondok Kelapa Bengkulu Tengah.

“Malam Sabtu kejadiannya,” katanya.

Pihak keluarga korban menceritakan, sebelum kejadian, awalnya teman korban yang diduga diajak untuk berbuat tidak senonoh tersebut, untuk diambil spermanya. Sperma itu dijadikan alasan terduga pelaku, untuk bahan penelitian. Meski diiming-imingi uang Rp 50 ribu, namun teman korban menolak.

Lalu terduga pelaku diduga mencari sasaran lain, bertemulah dengan korban, terduga pelaku kemudian meminta nomor HP korban. Lalu, korban dihubungi terduga pelaku, diminta datang ke pos ronda karena ada urusan penting.

Korban lalu datang ke pos ronda, untuk diajak jalan-jalan, dengan mengendarai mobil. Korban lalu dibawa ke kawasan Jalur Dua Pondok Kelapa Bengkulu Tengah, tepatnya daerah persawahan. Di situlah diduga terduga pelaku melakukan pencabulan tersebut di dalam mobil.

“Anak kami ini dirayu katanya minta sperma, untuk penelitian. Kemudian dicabuli itu sampai keluar cairan. Nah cairannya itu ditelan. Kan gak bener itu,” kata bibi korban. (Bay)