BencoolenTimes.com, – Puluhan calon jamaah umroh merasa ditipu dan dirugikan oleh agen travel AQM milik PT. Anugrah Kuba Mandiri. Para jamaah telah membayar sejumlah DP sebesar Rp. 5 juta/calon jamaah untuk keberangkatan umroh, namun hingga kini tidak kunjung diberangkatkan.
Tujuh orang perwakilan calon jemaah umroh mendatang kantor travel AQM perwakilan Provinsi Bengkulu untuk meminta uang DP dikembalikan.
Salah satu perwakilan calon jemaah umroh, Dodi Damhori warga Desa Rena Jaya Kecamatan Pagar Jati mengungkapkan bahwa, pada tahun 2021 mereka telah mendaftarkan perjalanan umroh, namun hingga saat ini tidak ada kepastian keberangkatan umroh.
“Dijanjikan berangkat pada April tahun 2021 kemudian diundur pada bulan September 2021 dan setelah itu tidak ada konfirmasi lagi dari pihak AQM maupun dari agen AQM,” ungkap Dodi Damhori, Jumat (21/10/2022).
Lanjutnya, para calon jamaah umroh di Kabupaten Bengkulu Tengah ada sebanyak 19 calon jamaah umroh yang telah membayar DP sebesar Rp. 5 juta per jamaah. Bahkan sudah ada yang membayar pembuatan paspor dan biaya swab antigen senilai Rp. 2.500.000.
“DP diwajibkan bayar sebesar Rp. 5 juta dan pembuatan paspor beserta swab senilai Rp. 2.500.000,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa, jika tidak ada solusi dan pengembalian uang DP para calon jamaah umroh dari mereka. Maka akan melapor ke pihak yang berwajib.
“Kalau tidak ada pertanggungjawaban agen travel AQM maka kita akan menempuh jalur hukum,” ungkapnya.
Sementara, Manajer Travel AQM Perwakilan Provinsi Bengkulu Yuni mengatakan bahwa, mereka sedang menurunkan tim ke daerah pada bulan September 2022, untuk mendata jamaah yang belum berangkat.
“Tapi syaratnya jamaah harus sudah selesai melengkapi administrasinya,” jelas Yuni.
Ia pun mengungkapkan bahwa, penundaan keberangkatan karena masih pandemi Covid-19 dan belum ada launching keberangkatan.
“Kemudian juga, karena tim yang diturunkan ada mis komunikasi kepada calon jamaah,” pungkasnya. (JRS)



