Home Hukum Rujuk Ditolak, Balok Bertindak

Rujuk Ditolak, Balok Bertindak

Tersangka JM alias Ar digelandang petugas Polda Bengkulu

Motif Pembunuhan Sekeluarga di Curup

Entah setan apa yang merasuki JM alias Ar (33), hingga tega menghabisi nyawa mantan istrinya, Hasnatul Laili (35) alias Lili serta dua anak tirinya, Miranda (16) dan Cika Rahmadani (10), Sabtu (12/1/2019) pagi. Seperti apa kronologisnya?

BENCOOLENTIMES.COM – Ilham Yudhasa

GELAP malam masih menyelimuti langit Kelurahan Talang Ulu Simpang Suban Air Panas Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu menjelang pagi.

Gelap malam itu ternyata juga membuat JM “gelap mata”. Seperti dirasuki setan, mantan suami ketiga Lili ini, diduga merencanakan pembunuhan.

“Aku sakit hati. Malam itu pukul 03.00 WIB aku datangi rumah korban,” pengakuan JM kepada petugas, setelah berhasil dibekuk di salah satu hotel Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Untuk diketahui, JM dan Lili tak lagi serumah, sejak bercerai. Namun kediaman JM berjarak sekitar 2 kilometer dari rumah Lili. “Aku masuk lewat pintu belakang,” kata JM.

Saat masuk, JM mendapati ada balok di rumah tersebut. JM juga melihat mantan istri dan anaknya masih tidur di kamar. Ia lantas menunggu di ruang tengah. Ketika jam menunjukkan pukul 05.00 WIB, Lili keluar dari kamarnya.

“Waktu korban keluar kamar, aku pukul dengan balok. Sempat belago (berkelahi) waktu itu,” cerita JM.

Dua anak tiri JM terbangun, serta melihat aksi sadis mantan ayah tirinya itu, terhadap ibu mereka. Lantaran panik, JM juga menghabisi nyawa anak tirinya itu, juga dipukul dengan balok. “Sempat aku cekik pakai kabel juga,” cerita JM.

Melihat seluruh korban sudah tak bernyawa, tersangka mengambil beberapa barang, seperti HP, STNK, perhiasan dan lainnya milik korban.

Tersangka juga membawa kabur mobil Suzuki APV BD 1667 FZ, yang ada di rumah korban. “HP dan beberapa barang itu aku ambil, rencana mau dijual untuk bekal kabur,” kata JM.

Mobil dari rumah itu sempat dibawa JM, namun ditinggalkan di Rumah Sakit Curup. JM lantas kabur ke Kota Bengkulu, ia sempat menginap di salah satu hotel dekat Kelurahan Bajak, Kota Bengkulu.

Karena keberadaannya terendus petugas, tersangka lantas kabur ke Kabupaten Bengkulu Selatan, hingga akhirnya berhasil diringkus, Senin (14/1/2019) oleh tim gabungan Polda Bengkulu, Polres Rejang Lebong dan Polres Bengkulu Selatan. JM lantas dibawa ke Polda Bengkulu, untuk dimintai keterangan.

Untuk diketahui, hasil keterangan keluarga korban kepada petugas, korban Lili sudah menikah 3 kali. Mantan suami pertamanya, Yudi Prayoga, sudah pindah ke Pulau Jawa. Sementara mantan suami kedua, Iin, tinggal di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Lili lalu menikah lagi dengan JM. Namun pernikahan mereka tak lama, hanya 1,5 bulan mereka akhirnya cerai. Diduga, JM yang masih menyimpan rasa, ingin rujuk. Namun ditolak korban. Sakit hati pun muncul, hingga terjadi peristiwa naas tersebut.

Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Coki Manurung saat konfrensi pers

Kapolda Bengkulu, Brigjend Pol Coki Manurung didampingi Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP. Sudarno dan Kasubdit Jatanras AKBP Max Mariners, membenarkan motif sakit hati JM, yang melatarbelakangi peristiwa sadis itu.

“Kita telah mengamankan tersangka beserta barang bukti. Motifnya sakit hati karena korban tidak mau rujuk,” ujar Kapolda saat konfrensi pers di Polda Bengkulu.

Sambung Kapolda, tim telah menyita barang bukti, berupa uang tunai Rp 900 ribu, perhiasan kalung dan cincin yang diduga milik korban, STNK mobil, “Juga HP beserta charger yang digunakan tersangka untuk mencekik anak korban,” jelas Coki.

Dipaparkan Coki, tersangka diduga telah merencanakan pembunuhan tersebut. “Ya, lantaran sakit hati rujuknya tidak diterima, itu motifnya. Jadi tersangka ini jalan kaki dari rumahnya, yang hanya berjarak 2 kilometer dari rumah korban. Lalu terjadilah pembunuhan itu,” ungkap Coki.(**)