23.1 C
New York
Monday, July 27, 2026

Buy now

spot_img

Selalu Teratas, Dedy Wahyudi Sulit Terkejar

BencoolenTimes.com, – Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) mengeluarkan rekomendasi B1KWK kepada Dedy Wahyudi sebagai Calon Walikota Bengkulu cukup beralasan. Pasalnya, di seluruh lembaga survey menempatkan Dr Dedy Wahyudi pada rangking teratas.

PRC (Panji Research Consulting) telah melakukan survey dengan sampel 2.756, margin of error 1,86. Hasilnya Dedy Wahyudi meraih elektabilitas tertinggi, yakni 46,7 %. Ini artinya 46,7 % warga Kota akan memilih Dedy Wahyudi sebagai Walikota.

Kemudian baru-baru ini lembaga survey Pusdiham yang dimotori oleh salah satu partai besar, juga menempatkan Dedy Wahyudi sebagai pemenang. Dengan 1.000 responden yang dipilih secara acak proporsional, margin of error 3% hasilnya Dedy terlalu tangguh bagi rivalnya. Tingkat keterpilihannya/elektabilitas di angka 56 %.

Baca Juga  BPRS Fadhilah Kantongi Izin Penerima Wakaf, Walikota Dedy Wahyudi Ajak ASN Berwakaf

Sebuah angka fantastis di tengah banyaknya kandidat yang muncul. Hebatnya lagi, jarak antara Dedy dengan rivalnya sangat jauh. Jarak yang lebar ini yang membuat Dedy semakin sulit terkejar.

Bahkan survey MSCI pada April lalu elektabilitas Dedy Wahyudi di angka 66%. Dengam undecided vooter 10%. Artinya, 90 % warga Kota Bengkulu sudah menetapkan pilihannya. Hanya 10% yang belum menentukan pilihan.

Menurut Direktur Eksekutif MSCI, Helmi Panggabean saat ditanya kepada responden apa alasan memilih Dedy Wahyudi, ternyata mereka puas dengan program Pemkot. “Ini selaras dengan hasil survey kami, bahwa tingkat kepuasan warga Kota kepada kinerja Helmi-Dedy mencapai angka 75%,” papar Helmi Panggabean.

Baca Juga  Walikota Dedy Wahyudi Luncurkan Program Prabawa, Satu Personel Setiap Kelurahan

Maka, dengan fakta-fakta hasil survey ini sulit bagi pesaing Dedy untuk mengejar popularitas dan elektabilitasnya. “Mengapa demikian? Karena waktu yang sangat mepet. Dan kalau pun nekat melakukan money politic juga akan percuma,” katanya.

Berdasarkan hasil survey  sikap warga Kota soal money politik, 41 % menjawab: uang diambil namun tetap dengan pilihannya. Dan 11 % benar-benar menolak. “Karena ini Kota ya. Beda perilaku pemilih di kabupaten atas pedesaan,” ungkapnya. (BAY)

admin2
admin2
Untuk Informasi lebih lanjut tentang berita yang anda baca silahkan menghubungi kami. +6281382248493

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!