BencoolenTimes.com, – Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Putri Gading Cempaka Penurunan Ratu Samban Kota Bengkulu tepatnya seberang Bencoolen Mall (BenMall) keberadaannya yang terlalu dekat dengan permukiman dikeluhkan warga setempat.
SPBU yang diketahui milik Meriani, pimpinan cabang PT Agung Automall Bengkulu, perusahaan resmi yang memasarkan mobil merk Toyota di Bengkulu itu menurut warga sekitar memberikan dampak negatif bagi lingkungan.
Ruslan, warga setempat mengungkapkan bahwa, semenjak adannya SPBU Putri Gading Cempaka beroperasi. Dirinya terdampak aktifitas SPBU, mulai dari bau asap mesin penganti listrik mati, bocoran minyak solar hingga rembesan air dari Kantor SPBU di Belakang Rumah.
“Suara mesin dan bau asap lah positif kena ketika listrik padam. Terus kalau waktu hujan, tempat tinggal kami kena banjir dan ada cairan minyak (Solar) masuk ke dalam Rumah,” ungkap Ruslan, Senin (19/9/2022).
Dirinya pernah mengeluhkan kebocoran minyak (solar) tersebut ke pihak SPBU, namun belum ada tanggapan hingga saat ini.
“Saya sudah melaporkan sekali dan tidak ada tanggapannya yah sudah,” katanya.
Selain itu, selama tiga tahun dirinya tinggal bersebelahan dengan SPBU, belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak SPBU. Karena bantuan langsung lari ke Ketua RT dan RT yang menyalurkan ke warga.
“Alasannya, kita tidak dapat bantuan karena bukan KK di RT 09 tetapi KK di RT 14 Penurunan. Sedangkan kita disebelah SPBU langsung,” paparnya.
Sementara itu, Ibu RT 09 Leni mengungkapkan bahwa, mereka orang awan, tidak terlalu mengurus masalah terkait kompensasi dari SPBU. Terakhir, bantuan yang diberikan ke warga sekitar RT 09 pada tahun 2019 waktu Covid-19 berupa paket sembako.
“Kami disini orang awan, kebanyakan buruh harian jadi tidak terlalu ngerti. Kalau kami disuruh pihak SPBU untuk urus data Penerima bantuan, baru kami diurus,” papar Leni.
Terkait hal ini, Salah satu petugas SPBU Putri Gading Cempaka Penurunan Kota Bengkulu menolak untuk diminta keterangan konfirmasi terkait keluhan warga atas kebocoran minyak (solar) pada saat terjadi banjir dan ada saluran air bocor dari kantor SPBU.
“Pimpinan (pengawasan) SPBU tidak ada, Kalau sama media belum bisa ngomong,” cetusnya. (Bay)



