27.3 C
New York
Monday, June 8, 2026

Buy now

spot_img

Bayar Sama, Hak Dipangkas, Wisudawan UT Bengkulu Protes Pendamping Dibatasi

BencoolenTimes.com – Kebijakan Universitas Terbuka (UT) Bengkulu yang membatasi jumlah pendamping wisudawan menjadi hanya satu orang menuai protes. Sejumlah peserta wisuda yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Februari 2026 menyuarakan kekecewaan atas keputusan kampus yang dinilai tidak sebanding dengan biaya wisuda yang telah dibayarkan.

Para wisudawan dan keluarga menyayangkan kebijakan tersebut, mengingat momen wisuda merupakan peristiwa sakral yang sangat dinantikan, khususnya oleh orang tua. Banyak keluarga berharap dapat hadir lengkap untuk menyaksikan langsung keberhasilan anak mereka menyelesaikan pendidikan tinggi.

”Ini bukan sekadar seremoni, ini puncak perjuangan anak-anak kami. Orang tua tentu ingin mendampingi dan menyaksikan secara langsung,” ungkap salah satu keluarga wisudawan.

Pihak kampus berdalih, pembatasan dilakukan karena keterbatasan kapasitas ruangan. Untuk mengakomodasi keluarga yang tidak dapat masuk ke ruang sidang, UT Bengkulu menyediakan siaran langsung (live streaming) agar prosesi wisuda tetap dapat disaksikan dari luar ruangan.

Salah satu wisudawan yang enggan disebutkan namanya mengaku telah membayar biaya wisuda sebesar Rp750 ribu, nominal yang sama dengan wisuda sebelumnya. Namun, menurutnya, fasilitas yang diterima justru berkurang.

”Biayanya sama, tapi hak pendamping dikurangi. Wisuda sebelumnya pendamping dua orang, sekarang hanya satu,” protes sang wisudawan.

Menurut sang wisudawan, mereka sudah menyampaikan protes tersebut, dari pihak kampus, yaitu Manajer BMR UT Bengkulu, Hazrul Izwan, menjelaskan bahwa pembatasan pendamping dilakukan semata-mata karena daya tampung ruangan yang tidak memungkinkan untuk menampung dua pendamping bagi setiap wisudawan.

”Alasan pihak kampus, kapasitas ruangan menjadi pertimbangan utama. Oleh karena itu, pendamping wisuda hanya diperkenankan satu orang,” sebutnya.

Mereka juga merasa keberatan dengan kebijakan kampus tersebut, lantaran kalau alasannya daya tampung, wisuda sebelumnya lebih dari jumlah rencana jumlah wisuda tahun ini.

”Tahun lalu itukan mencapai Enamratus orang lebih, bahkan hampir Tujuhratus orang dan tahun ini hanya Limaratus orang. Artinya kalau ini disebut soal daya tampung, kami rasa kurang logis, apalagi pelaksanaannya di lokasi yang sama,” imbuhnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kampus untuk menanggapi protes keluarga dan para wisudawan. Wartawan sudah mencoba menghubungi untuk meminta klarifikasi, namun belum ada jawaban.(PUL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!