Diduga Nipu Jutaan Rupiah, PT Hanan Properti Dipolisikan Pemborong

Dir Reskrimum Polda Bengkulu

BencoolenTimes.com, – PT Hanan Properti Bengkulu beralamatkan di Jalan S. Parman Kelurahan Tanah Patah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu yang bergerak dalam bidang properti dilaporkan ke Polda Bengkulu atas kasus dugaan penipuan pembangunan satu unit rumah type 50 yang ada di Jalan Akasia Kota Bengkulu oleh korban Mulyanto (52) selaku pemborong warga Jalan Kuala Lempuing Kelurahan Kuala Lempuing Kecamatan Ratu Agung, Selasa (20/10/2020).

Berdasarkan laporan polisi nomor : LP-B/909/X/2020/Polda Bengkulu, dugaan penipuan itu terjadi pada Oktober 2019 lalu. Ketika itu PT Hanan Properti Bengkulu menawarkan korban untuk membuatkan rumah type 50. Lalu antara korban dan PT Hanan Properti mendapatkan kesepakatan harga kontrak sebesar Rp.150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah).

Setelah sepakat PT Hanan Properti Bengkulu meminta korban menyelesaikan pembangunan rumah itu terlebih dahulu dan berjanji akan membayar semua biaya yang dikeluarkan. Lalu korban mengerjakannya. Namun diduga setelah pekerjaan selesai PT Hanan Properti Bengkulu tidak memenuhi kesepakatan.

Korban juga sudah berusaha meminta PT. Hanan Properti untuk segera membayar pembangunan tersebut. Namun diduga belum ada itikad baik dari PT. Hanan Properti untuk membayar biaya pembangunan sejumlah Rp.137.000.000 (seratus tiga puluh juta rupiah) hingga sekarang.

Karena korban merasa ditipu, lalu melapor ke Polda Bengkulu agar ditindaklanjuti.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono melalui Direktur Reserse Kriminal umum Polda Bengkulu AKBP Tedy Suhendyawan Syarif saat diwawancarai, Jumat (23/10/2020) mengatakan, laporan yang disampaikan korban ke Polda Bengkulu sudah ditindaklanjuti.

“Kasusnya masih dalam proses dan belum ada yang kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Tedy.

Saat ini, kata Tedy, pihaknya masih melakukan pemanggilan saksi yakni korban untuk dimintai keterangan. Setelah itu, Polda akan memanggil pihak PT. Hanan Properti untuk dimintai keterangan terkait laporan korban.

“Saksi sudah ada beberapa yang akan kita panggil, pertama dari pihak korban dulu dan nantinya akan kita panggil dari pihak propertinya,” jelas Tedy. (CW2)