Dugaan Penipuan Proyek Rp 19 Miliar Terus Diusut Penyidik Polda

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno

BencoolenTimes.com, – Kasus dugaan penipuan proyek Irigasi Seginim Bengkulu Selatan Rp 19 miliar yang dilaporkan Efendi warga Kayu Kunyit Kabupaten Bengkulu ke Polda Bengkulu dengan terlapor dua orang diduga dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU) inisial RH, RY dan seorang karyawan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kota Manna Bengkulu Selatan inisial AZ yang menyebabkan korban rugi Rp525 juta terus bergulir di meja penyidik Polda Bengkulu untuk pengusutannya.

Kabid Humas Kombes Pol Sudarno saat diwawancarai, Selasa, (28/12/2020) mengatakan kasusnya masih dalam proses penyidik dan penyidik akan memanggil saksi baik dari pelapor maupun terlapor.

“Kasus penipuan itu baru dilaporkan beberapa hari yang lalu dan sekarang lagi on proses. Nanti kalau ada perkembangan selanjutnya akan kita informasikan,” kata Sudarno.

Berdasarkan keterangan Hanafi Prana Jaya kuasa hukum pelapor, dugaan penipuan tersebut terjadi pada Januari 2020 lalu, pelapor diajak terlapor AZ bertemu dengan RH dan RY disalah satu tempat di Pantai Panjang, Kota Bengkulu.

Dalam pertemuan itu, RH dan RY menawarkan proyek Irigasi Seginim sebesar 19 Miliar kepada pelapor melalui AZ dan saat itu AZ sanggup mengurus proyek tersebut.

Kemudia AZ mulai meminta uang kepada pelapor dan pelapor memberikan uang secara bertahap sebanyak 16 kali dengan total Rp 525 juta yang ditransfer ke rekening RH dan RY dan sebagian lagi ke rekening AZ, namun diduga proyek tersebut tidak ada kejelasan hingga akhir tahun 2020.

Tuduhan dugaan penipuan yang dilaporkan ke Polda Bengkulu tersebut sempat dibantah terlapor AZ melalui Kuasa Hukumnya Liana Haryani Pasaribu yang menegaskan, kliennya tidak melakukan dugaan penipuan melainkan meminjam uang kepada pelapor sebesar Rp 80 juta. Pinjaman itu sebelum adanya proyek Rp 19 miliar tersebut. (CW2)