Geledah Kantor PUPR Provinsi dan Kantor Kontraktor, Kejati Sita Satu Koper Dokumen Penting

BencoolenTimes.com, – Pasca menggeledah Kantor CV Merbin Indah yang berlokasi di Jalan RE Martadinata Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu, Selasa (12/1/2021) terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengamn banjir Sungai Bengkulu tahun 2019 dan menyita beberapa dokumen penting.

Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu dipimpin Kasi Penyidikan (Kasidik) Danang Prasetyo melanjutkan penggeledahan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu yang berada dijalan Prof. Hazairin Kota Bengkulu tim penyidik juga mengamanka beberapa dokumen penting dari Dinas PUPR Provinsi Bengkulu yang berasal dari ruangan Kepala Dinas PUPR dan ruangan Kabid Sumber Daya Air (SDA).

Marthin Leuther Kasi Penkum Kejati Bengkulu usai mengikuti penggeledahan menerangkan, dari penggeledahan yang dilakukan tim penyidik setidaknya satu koper yang berisi sekitar 14 dokumen penting dari dua Kantor tersebut. Dalam perkara ini tim penyidik sudah menertapkan satu tersangka yaitu Isnani Martuti selaku Kontraktor yang merupakan Direktur CV Merbin Indah, sementara untuk apakah ada tersangka lagi atau tidak masih menunggu perkembangan penyidikan dari tim penyidik.

“Masih satu tersangka, untuk tersangka lain kita tunggu hasil penyidikan dari tim penyidik,” kata Marthin.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provisi Bengkulu membantah bahwa tim penyidik melakukan penggeledahan, pihaknya menyatakan tim penyidik hanya meminta dokumen tetkait proyek pengaman banjir yang kini dalam penyidikan Kejati Bengkulu.

“Cuman diminta data-datanya berupa data kontrak fisik asli terus Surat Keputusan (SK) Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang asli terkait pengamanan banjir,” ungkap Mulyani Toha.

Untuk diketahui,  Kejaksaan Tinggi Bengkulu sudah menetapkan satu orang tersangka, dan kemungkinan akan ada tersangka lagi karena menurut pernyataan Kepala Kejati Bengkulu Andi Muhammad Taufik beberapa waktu lalu, yang sudah-sudah kasus korupsi dilakukan secara bersama-sama. Perlu diketahui, kerugian negara dalam kasus ini sendiri mencapai Rp 1,9 miliar.(PPJ)