Home Info Daerah Gubernur Sebut Utang DBH Miliar Rupiah Tak Jadi Problem

Gubernur Sebut Utang DBH Miliar Rupiah Tak Jadi Problem

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah

BencoolenTimes.com, – Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan bahwa tidak ada masalah terkait hutang Dana Bagi Hasil (DBH) Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Bengkulu ke 10 Kabupaten/Kota di Bengkulu.

Berdasarkan data terhimpun, total utang DBH untuk 10 Kabupaten Kota mulai tahun 82018, 2019, sampai Desember 2020 kurang lebih sekitar 592 miliar. Dari total itu baru dianggarkan di APBD tahun 2021, sehingga masih menyisakan utang DBH sebesar 180 miliar.

Mengenai utang DBH Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat diwawancarai di Hotel Mercure Bengkulu, Senin (5/4/2021) mengatakan, tidak ada masalah persoalan utang DBH ke 10 Kabupaten/Kota.

“DBH itu tidak menjadi problem,” kata Rohidin Mersyah.

Rohidin Mersyah mengungkapkan, terjadinya penundaan pembayaran DBH tersebut memang sudah biasa.

“Kemarin itu terjadi penundaan pembayaran, karena selama ini selalu saja menjadi sebuah kebiasaan penganggaran bahwa pembayaran DBH itu satu tahun setelahnya,” ujar Rohidin Mersyah.

Rohidin Mersyah menjelaskan, utang DBH kepada 10 Kabupaten/Kota di Bengkulu belum dapat disalurkan karena terjadi perubahan kebijakan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Bengkulu di tahun 2019 lalu.

“Nah di tahun 2019 BPK punya kebijakan bahwa DBH harus dibayarkan selama tahun berjalan, maka di tahun 2020 kita diminta harus membayarkan DBH dalam 2 tahun anggaran secara bersamaan, maka kemampuan APBD-nya terbatas,” ungkap Rohidin Mersyah.

Rohidin Mersyah memastikan, utang DBH sebesar Rp 247,4 miliar tidak disalahgunakan untuk hal lain.

“Jadi catatannya bukan DBH itu digunakan untuk yang lain atau digunakan Pemprov. Bukan karena polanya dulu dengan penundaan satu tahun itu normal, tapi pas temuan BPK diminta dibayarkan bersamaan, ya APBD kita tidak mampu, dan Provinsi yang lain juga begitu kalau fiskalnya kecil juga begitu,” tukas Rohidin Mersyah.(PPJ)