21 C
New York
Sunday, June 21, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1706

Tempo 15 Jam, Bengkulu 2 Kali Diguncang Gempa

BencoolenTimes.Com, – Hanya tempo 15 jam, Bengkulu dua kali diguncang gempa. Terbaru malam ini Minggu (9/12/2018), goncangan 5.1 Mag membuat warga yang terlelap tidur, panik.

Berdasarkan update BMKG, gempa terjadi tepat pukul 00.45 WIB, di lokasi LS 101.54 BT, 57 Km Barat Daya Bengkulu Utara, di kedalaman 10 Km. Gempa ini tidak berpotensi tsunami. “Goncangannya lumayan kencang,” kata Ade, warga Kelurahan Lempuing, Kota Bengkulu.

Sebelumnya, gempa juga terjadi Sabtu (8/12/2018) siang pukul 11.02 WIB. Goncangan mencapai 5 Mag, di lokasi LS 4.12 LS 101.54 BT di 57 Km Barat Daya Bengkulu, kedalaman 14 Km.(YUD/DED)

Wanita dan ABG Wajib Baca!

BencoolenTimes.Com, – Penting menjadi catatan, pasalnya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI Perwakilan Bengkulu berhasil menemukan 2.720 kosmetik Illegal, yang biasa digunakan wanita dan ABG kekinian.

Kepala BPOM RI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Syafrudin mengungkapkan pada akhir November hingga awal Desember 2018 lalu, pihaknya menggelar operasi pasar ke tempat yang diduga beredarnya kosmetik illegal.

“Hasil dari operasi pasar tersebut, ditemukan sebanyak 2.720 kosmetik yang dinyatakan illegal atau tanpa izin edar (TIE) yang didapatkan dari 18 lokasi yang ada di Kota Bengkulu, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara dan Rejang Lebong,” ujarnya saat menggelar jumpa pers, Jum’at (7/12/2018).

Taksiran nilai kosmetik illegal tersebut, kata Syafrudin, bisa dibilang cukup fantastis yakni mencapai lebih kurang Rp. 53 juta dengan nilai harga yang bermacam-macam.

Barang Bukti Kosmetik Illegal yang Berhasil Disita BPOM RI Perwakilan Bengkulu

Selanjutnya, pihak BPOM akan melakukan penindakan terkait temuan itu baik secara pro justicia ataupun non pro justicia. Tahapan tersebut harus sesuai SOP.

Ditambahkan Kepala Seksi Pemeriksaan BPOM RI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Rina Sukrina bahwa rata-rata jenis kosmetik illegal tersebut adalah kosmetik kekinian yang biasa sering digunakan oleh kebanyakan wanita dan ABG sekarang.

“Harganya bervariasi, rata-rata Rp. 500 ribuan tergantung mereknya masing-masing,” ucapnya.

Untuk sekarang, pemalsuan kosmetik tersebut banyak menggunakan nama merek-merek Internasional yang belum pernah BPOM temukan, dengan kemasan yang berbeda.

“Mereka lebih kreatif dan dijual lebih mahal, serta kebanyakan Online Shop,” pungkasnya. (Red)

Ultah ke-43, Begini Sosok Wawali Bengkulu di Mata Sahabat dan Keluarga

BencoolenTimes.Com, – Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, atau biasa disebut ‘Dewa,’ Jum’at (7/12/2018) tepat berusia ke-43 tahun.

Pria yang lahir 7 Desember 1975 ini merupakan putra bungsu dari 4 bersaudara pasangan H.Buzakri Mansur dan Almarhumah H. Zahariah Kasim.

Dewa yang dikenal baik di mata keluarga ini juga sangat akrab dengan sahabat, termasuk salah satunya Donny Osmond.

Donny menyebutkan, Dedy wahyudi sudah dikenalnya sejak masa SMA. Dedy memang dikenal cerdas dan merupakan sosok yang peka, sederhana, idealis, inovatif, soleh dan sangat penyayang kepada teman.

“Saya masih ingat Dewa selalu memberikan nasehat kepada saya sahabatnya, Cak jadilah dulu hal yang negatif, ingat anak-anak sudah mau besar,” ungkapnya, Jum’at (7/12/2018).

Hal senada juga disampaikan Bibi dari mantan General Manager RBTV, Zariyati. Katanya, Dedi merupakan sosok yang ramah pada keluarga, dan sering membantu saat keluarga kesusahan.

Sementara itu, Dedy Wahyudi mengucapkan banyak terima kasih kepada sahabat dan keluarga yang telah memberikan ucapan kepada dirinya.

“Semoga dengan bertambahnya umur ini menjadi berkah bagi diri saya sendiri dan Kota Bengkulu,” harapnya. (Yud)

Keluarga Ini Keluhkan Permohonan Operasi Napi di Lapas Bentiring

BencoolenTimes.Com, – Rendra, salah satu keluarga terpidana di dalam Lapas Bentiring Kelas IIA Kota Bengkulu menyayangkan sikap pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Bengkulu.

Hal tersebut dikarenakan, hingga sekarang dirinya belum mendapat respon permohonan operasi terpidana yang sudah diajukan kepada pihak Kemenkumham pada 23 November 2018 lalu.

Kata Rendra, saat ini dirinya sedang mengurus permohonan untuk proses operasi keluarganya yang berada di dalam Lapas Bentiring.

Pihak Lapas, sambung dia, sudah membantu proses permohonan ke Kanwil Kemenkumham beserta surat rujukan dari dokter, yang mengharuskan segera dioperasi.

Namun, hingga saat ini belum juga ada tanggapan dari Kakanwil akan surat permohonan tersebut.

“Surat permohonan dari pihak Lapas sudah diajukan ke Kanwil Kemenkumham. Tapi sampai sekarang, saya belum menerima tanggapan dari Kemenkumham,” ungkapnya, Jum’at (7/12/2018).

Hal tersebut, terang Rendra, merupakan bentuk penghalangan hak narapidana yang tertuang dalam Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kanwil Kemenkumham Bengkulu belum bisa dikonfirmasi. (Yud)

Hafis Depa Ketua Grup Kartu Song Bengkulu

BencoolenTimes.Com, – Grup Pemain Song Mania Bengkulu (GPSMB) akhirnya memilih Hafis Depa, menjadi ketua komunitas hobi kartu song ini. Pemilihan dilakukan tadi malam Senin (3/12/2018) di Kampus STIA Bengkulu.

Hafis Depa merupakan warga Kelurahan Kebun Ros, yang cukup dikenal di kalangan pecinta song. Ia aktif datang setiap perlombaan kartu song di Kota Bengkulu.

Pemilihan sendiri dilakukan secara voting yang dilakukan 60 anggota grup, setelah sebelumnya moderator Pemilihan Ketua, Eko Yulianto menjelaskan calon ketua ditentukan tim formatur.

Calon ketua yg dipilih tim formatur ini menghasilkan 3 nama. Setelah dilakukan voting, akhirnya Hafis Depa terpilih menjadi Ketua GPSMB dengan suara terbanyak.

“Terimakasih atas amanah yang telah diberikan kepada saya sebagai ketua. Saya tak pernah menyangka menjadi ketua komunitas ini. Karena ini amanah dari kawan-kawan akan saya laksanakan dengan sebaiknya untuk memajukan komunitas GPSMB,” kata Depa.

Pemilihan Ketua GPSMB ini dihadiri anggota DPRD Kota Bengkulu, Indra Sukma Samosir yang juga merupakan Dewan Penasehat GPSMB.

“Harapan saya, komunitas ini berjalan sebagaimana mestinya sehingga kawan-kawan yang belum bergabung tertarik untuk ikut bergabung. Nantinya komunitas ini kita notariskan,” ucap Indra.

Untuk diketahui, GPS MB berdiri sejak awal tahun 2018. Komunitas ini merupakan wadah untuk anggota grup menyalurkan hobinya bermain kartu remi song. GPSMB cukup dikenal, karena sering mengadakan event di setiap acara pernikahan.(YUD)

Faktor Over Kapasitas dan Keamanan Jadi Alasan Ridwan Mukti Pindah ke Lapas Sukamiskin

BencoolenTimes.Com, – Faktor over kapasitas dan keamanan menjadi alasan Ridwan Mukti dan isteri, Lily Martiani Maddari dipindahkan dari Lapas Bentiring.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian hukum dan Ham (Kemenkumham) Provinsi Bengkulu, Ilham Djaya, saat menggelar jumpa pers, Senin (3/12/2018).

Dijelaskan Ilham, bahwa faktor yang utama pemindahan tersebut dikarenakan Lapas sudah penuh atau keamanan warga binaan sudah tidak terjamin.

Maka dari itu, perlu adanya pemindahan warga binaan di Lapas Bentiring ke Lapas lainnya.

“Lapas sudah penuh/over kapasitas sehingga harus dipindahkan ke Lapas yang lain. Disini kita anggap tidak aman untuk yang bersangkutan, mungkin karena ada groupnya atau ada musuhnya, sehingga kita pindahkan ke Lapas yang lain,” jelasnya.

Kemudian, faktor kedua yakni soal pembinaan. Karena RM ini dirasa memiliki keahlian tertentu sehingga yang bersangkutan diperlukan pembinaan yang lebih pada Lapas ditipe lain.

Faktor ketiga, yakni atas permintaan instansi terkait seperti penyidik dari jajaran Polri ataupun Polda Bengkulu. Keempat, karena faktor permintaan keluarga ataupun yang bersangkutan.

“Jadi, karena keempat faktor itulah yang boleh menyebabkan warga binaan atau narapidana tersebut pindah. Selain adanya faktor administratif, salah satunya adalah sudah inkrahnya putusan untuk yang bersangkutan,” paparnya.

Akan tetapi, lanjut Ilham, kalau putusan yang bersangkutan belum inkrah maka belum bisa dipindahkan karena masih ada proses peradilan.

“Sementara yang bersangkutan ini kan kita tahu, sesuai dengan putusan sudah inkrah,” tutupnya.

Diketahui, terpidana Ridwan Mukti dipindahkan dari Lapas Bentiring ke Lapas Sukamiskin, Bandung. Sedangkan isterinya, Lily Martiani Maddari dipindahkan ke Lapas Perempuan, Tangerang.

Pemindahan kedua terpidana tersebut dilaksanakan, Sabtu (1/12/2018) subuh dengan menggunakan pesawat Lion Air. (Red)

Pendaftar Masuk SMPN 4 Selalu Melebihi Kuota, Kenapa?

BencoolenTimes.Com – Wajar jika SMPN 4 menjadi salah satu sekolah unggulan di Kota Bengkulu. Pasalnya, sekolah ini banyak menghasilkan siswa berprestasi.

Tak ayal, setiap penerimaan siswa baru, sekolah ini banyak diserbu pendaftar, meski sistem penerimaan siswa menggunakan sistem zonasi.

Kepala SMPN 4, Mala Hartati, M.Pd mengatakan kunci sukses sekolah, ada pada tenaga pendidik. Saat ini, SMPN 4 sudah memiliki 26 ruangan belajar dari kelas VII hingga kelas IX, dengan jumlah total siswa sebanyak 868 orang.

“Sekolah kami ini memang memiliki tenaga pengajar berkualitas. Sehingga setiap tahunnya selalu menghasilkan siswa berprestasi,” ujar Mala.(YUD)

Bocah Kelas 2 SD Pukau Penonton Dengan Dol

BencoolenTimes.Com, – Salah satu bocah yang beralamat di Pondok Besi Kota Bengkulu, Rafa Adi Putera (8) dan masih duduk di Kelas 2 SD, Sabtu (1/12/2018) malam, mampu memukau puluhan penonton saat memainkan alat musik Dol.

Hal tersebut tampak saat Rafa bersama Group K.A.G.A.N.G.A, melantunkan karya musik komposisi tradisi, seketika itu pula puluhan penonton memberi apresiasi dengan tepuk tangan yang meriah.

Kata salah satu personil Group Kaganga, Riyan Israq Hari Saputra atau biasa disapa Ari Kantuk, Rafa sudah mulai belajar memainkan alat musik tersebut sejak usia 3-4 tahun.

“Ia (Rafa) mulai belajar menabuh dol sejak kecil. Hampir setiap hari latihan di Sanggar Adifa, dengan dilatih oleh ayahnya dan kami. Rafa itu minder kalo sedang latihan dan diliatin orang, tapi kalo sudah tampil nggak lagi. Malah panggung itu kayak punya dia,” ujar Ari.

Ditambahkannya, ayah Rafa bernama Hadi juga pemain musik tradisi dan ibunya, Feti seorang penari. Rafa anak satu-satunya.

“Jadi Rafa itu sudah mengalir darah seni sejak kecil dari kedua orang tuanya,” ungkap Ari.

Ia menerangkan, Rafa itu sudah sering diajak tampil atau manggung di Pekan Budaya dan Musik baik ditingkat provinsi, Sumatera, maupun Jakarta.

“Terakhir, diacara Pekan Musik Karawitan Indonesia, di Jakarta Rafa dapat prestasi sebagai penyaji terbaik 2018. Selain mampu memainkan dol, Rafa juga bisa memainkan alat musik Jimbe dan Kulintang,” tuturnya.

Adapun nama-nama kedelapan personil Group K.A.G.A.N.G.A, tersebut yakni Ari Kantuk, Dani Kunyuk, Pandu Parera, Gegem Wili, Diki Leak, Anton Susten, Caam, dan terakhir Rafa. (Red)

Musala Memadai, SMPN 4 Terapkan Sholat Berjamaah

BencoolenTimes.Com – Tak hanya Menjadi Sekolah unggulan, SMPN 4 Kota Bengkulu merupakan salah satu sekolah bernuansa religi.

Beralamatkan di jalan Cimanuk, SMPN 4 menyambut baik program sholat fardhu berjamaah yang digalakkan Pemerintah Kota Bengkulu.

Kepala SMPN 4, Mala Hartati, M.Pd mengatakan, sekolah pada jam pagi siswa menggelar Tadarus di kelas masing-masing, dipandu guru melalui mikrofon masjid. Para siswa mengikuti bacaan Alquran setiap pagi.

“Kegiatan Tadarus ini kita laksanakan dari pukul 07.15 – 07.30 setiap harinya kecuali hari Senin dan Sabtu,” ucap Mala.

Kegiatan Tadarus bertujuan untuk mengingatkan murid selalu membaca Alquran.

Terkait Surat Edaran (SE) Walikota tentang berjamaah sholat fardhu 5 waktu, Mala Hartati mengaku sempat mendengar kabar surat edaran tersebut, namum surat edaran itu belum sampai ke sekolah.

“Kami pihak sekolah selalu mendukung program Pemerintah Kota Bengkulu, Bapak Walikota ingin menciptakan Bengkulu Kota Religius, tentu saja kami sekolah di bawah Pemerintah Kota Bengkulu akan selalu mendukung program yang dikeluarkan Walikota dan Wakil Walikota,” tegas Mala.

Ditambahkan Mala, sebelum keluarnya Surat Edaran walikota tersebut, SMPN 4 sudah menerapkan sholat fardhu berjamaah sejak dulu. “Kita memiliki musala yang memadai. Bisa menampung seluruh siswa yang beragama muslim untuk melalukan sholat berjamaah. Jadi tentu saja tak ada alasan bagi kami untuk tidak sholat berjamaah,” tukasnya.(YUD)

Maling “Kaleng-kaleng” Mau Jual Helm di Forum Jual-Beli

BencoolenTimes.Com – Tergiur mudah dapat uang di zaman milenial, VR (15) pelajar warga Muara Dua, Kota Bengkulu, yang diciduk karena maling helm di parkiran belakang Bencoolen Mall, berniat menjual helm curiannya di forum jual beli Facebook.

“Mau saya jual di forum jual beli di Facebook. Bisa dijual Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Uang itu nanti buat bayar denda saya di sekolah, karena sering alpa (bolos sekolah, red),” kata VR.

Pelajar salah satu SMK di Kota Bengkulu yang tertangkap mengenakan kaos bertulis kaleng-kaleng ini, mengaku diberi tahu oleh rekannya, HR (15), warga Pagar Dewa, Kota Bengkulu, cara menjual helm curian di forum jual beli di Facebook.

“HR yang ajarin saya untuk jual ke forum jual beli. Jual di situ katanya aman dan gak ketahuan. HR itu teman main bola saya, dia kelas 10 SMA,” terang VR.

Seperti diberitakan sebelumnya, VR dan HR ketahuan mencuri helm di parkiran motor belakang Bencoolen Mall, Jumat (30/11/2018) pukul 20.30 WIB. VR berhasil ditangkap Security Bencoolen Mall, sementara HR berhasil kabur.(DED)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!