12.4 C
New York
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1673

Pendaftar Masuk SMPN 4 Selalu Melebihi Kuota, Kenapa?

BencoolenTimes.Com – Wajar jika SMPN 4 menjadi salah satu sekolah unggulan di Kota Bengkulu. Pasalnya, sekolah ini banyak menghasilkan siswa berprestasi.

Tak ayal, setiap penerimaan siswa baru, sekolah ini banyak diserbu pendaftar, meski sistem penerimaan siswa menggunakan sistem zonasi.

Kepala SMPN 4, Mala Hartati, M.Pd mengatakan kunci sukses sekolah, ada pada tenaga pendidik. Saat ini, SMPN 4 sudah memiliki 26 ruangan belajar dari kelas VII hingga kelas IX, dengan jumlah total siswa sebanyak 868 orang.

“Sekolah kami ini memang memiliki tenaga pengajar berkualitas. Sehingga setiap tahunnya selalu menghasilkan siswa berprestasi,” ujar Mala.(YUD)

Bocah Kelas 2 SD Pukau Penonton Dengan Dol

BencoolenTimes.Com, – Salah satu bocah yang beralamat di Pondok Besi Kota Bengkulu, Rafa Adi Putera (8) dan masih duduk di Kelas 2 SD, Sabtu (1/12/2018) malam, mampu memukau puluhan penonton saat memainkan alat musik Dol.

Hal tersebut tampak saat Rafa bersama Group K.A.G.A.N.G.A, melantunkan karya musik komposisi tradisi, seketika itu pula puluhan penonton memberi apresiasi dengan tepuk tangan yang meriah.

Kata salah satu personil Group Kaganga, Riyan Israq Hari Saputra atau biasa disapa Ari Kantuk, Rafa sudah mulai belajar memainkan alat musik tersebut sejak usia 3-4 tahun.

“Ia (Rafa) mulai belajar menabuh dol sejak kecil. Hampir setiap hari latihan di Sanggar Adifa, dengan dilatih oleh ayahnya dan kami. Rafa itu minder kalo sedang latihan dan diliatin orang, tapi kalo sudah tampil nggak lagi. Malah panggung itu kayak punya dia,” ujar Ari.

Ditambahkannya, ayah Rafa bernama Hadi juga pemain musik tradisi dan ibunya, Feti seorang penari. Rafa anak satu-satunya.

“Jadi Rafa itu sudah mengalir darah seni sejak kecil dari kedua orang tuanya,” ungkap Ari.

Ia menerangkan, Rafa itu sudah sering diajak tampil atau manggung di Pekan Budaya dan Musik baik ditingkat provinsi, Sumatera, maupun Jakarta.

“Terakhir, diacara Pekan Musik Karawitan Indonesia, di Jakarta Rafa dapat prestasi sebagai penyaji terbaik 2018. Selain mampu memainkan dol, Rafa juga bisa memainkan alat musik Jimbe dan Kulintang,” tuturnya.

Adapun nama-nama kedelapan personil Group K.A.G.A.N.G.A, tersebut yakni Ari Kantuk, Dani Kunyuk, Pandu Parera, Gegem Wili, Diki Leak, Anton Susten, Caam, dan terakhir Rafa. (Red)

Musala Memadai, SMPN 4 Terapkan Sholat Berjamaah

BencoolenTimes.Com – Tak hanya Menjadi Sekolah unggulan, SMPN 4 Kota Bengkulu merupakan salah satu sekolah bernuansa religi.

Beralamatkan di jalan Cimanuk, SMPN 4 menyambut baik program sholat fardhu berjamaah yang digalakkan Pemerintah Kota Bengkulu.

Kepala SMPN 4, Mala Hartati, M.Pd mengatakan, sekolah pada jam pagi siswa menggelar Tadarus di kelas masing-masing, dipandu guru melalui mikrofon masjid. Para siswa mengikuti bacaan Alquran setiap pagi.

“Kegiatan Tadarus ini kita laksanakan dari pukul 07.15 – 07.30 setiap harinya kecuali hari Senin dan Sabtu,” ucap Mala.

Kegiatan Tadarus bertujuan untuk mengingatkan murid selalu membaca Alquran.

Terkait Surat Edaran (SE) Walikota tentang berjamaah sholat fardhu 5 waktu, Mala Hartati mengaku sempat mendengar kabar surat edaran tersebut, namum surat edaran itu belum sampai ke sekolah.

“Kami pihak sekolah selalu mendukung program Pemerintah Kota Bengkulu, Bapak Walikota ingin menciptakan Bengkulu Kota Religius, tentu saja kami sekolah di bawah Pemerintah Kota Bengkulu akan selalu mendukung program yang dikeluarkan Walikota dan Wakil Walikota,” tegas Mala.

Ditambahkan Mala, sebelum keluarnya Surat Edaran walikota tersebut, SMPN 4 sudah menerapkan sholat fardhu berjamaah sejak dulu. “Kita memiliki musala yang memadai. Bisa menampung seluruh siswa yang beragama muslim untuk melalukan sholat berjamaah. Jadi tentu saja tak ada alasan bagi kami untuk tidak sholat berjamaah,” tukasnya.(YUD)

Maling “Kaleng-kaleng” Mau Jual Helm di Forum Jual-Beli

BencoolenTimes.Com – Tergiur mudah dapat uang di zaman milenial, VR (15) pelajar warga Muara Dua, Kota Bengkulu, yang diciduk karena maling helm di parkiran belakang Bencoolen Mall, berniat menjual helm curiannya di forum jual beli Facebook.

“Mau saya jual di forum jual beli di Facebook. Bisa dijual Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Uang itu nanti buat bayar denda saya di sekolah, karena sering alpa (bolos sekolah, red),” kata VR.

Pelajar salah satu SMK di Kota Bengkulu yang tertangkap mengenakan kaos bertulis kaleng-kaleng ini, mengaku diberi tahu oleh rekannya, HR (15), warga Pagar Dewa, Kota Bengkulu, cara menjual helm curian di forum jual beli di Facebook.

“HR yang ajarin saya untuk jual ke forum jual beli. Jual di situ katanya aman dan gak ketahuan. HR itu teman main bola saya, dia kelas 10 SMA,” terang VR.

Seperti diberitakan sebelumnya, VR dan HR ketahuan mencuri helm di parkiran motor belakang Bencoolen Mall, Jumat (30/11/2018) pukul 20.30 WIB. VR berhasil ditangkap Security Bencoolen Mall, sementara HR berhasil kabur.(DED)

Pelajar “Kaleng-kaleng”, Maling Buat Bayar Denda

BencoolenTimes.Com – VR (15), warga Muara Dua, Kota Bengkulu ternyata sekolah di salah satu SMK Kota Bengkulu. Pelajar yang ditangkap mengenakan kaos bertulis kaleng-kaleng ini, mengaku maling helm untuk bayar denda karena sering bolos di sekolah.

“Aku sering alpa masuk sekolah. Jadi kena denda. Rencananya helm mau saya jual, uangnya buat bayar denda,” kata VR.

Bujang tanggung ini melancarkan aksinya bersama HR (15), pelajar salah satu SMA di Kota Bengkulu. HR berhasil kabur, saat warga memergoki aksinya. Sementara VR, diciduk Security Bencoolen Mall.

“HR menunggu memantau lokasi. Saya yang ambil helm. Karena ketahuan, HR kabur duluan. Saya sempat lari, tapi ketangkap Security,” kata VR.

Bujang tanggung ini mengaku pertama kali mencuri helm bersama HR. “Sumpah baru pertama, karena saya terdesak bayar denda. HR yang ajak, saya kenalnya karena temen main bola. Ini kaos kaleng-kaleng punya HR yang saya pakai,” aku VR.

Hingga Jumat (30/11/2018) pukul 22.30 WIB, VR masih diamankan di kantor Security Bencoolen Mall, menunggu dijemput orangtuanya untuk dibina.

Seperti diberitakan sebelumnya, pusat perbelanjaan Bencoolen Mall, Jumat (30/11/2018) pukul 20:30 WIB, geger. Dua pelajar ini kepergok maling helm di parkiran belakang mall. (DED)

Pakai Kaos Kaleng-kaleng, Pelajar Maling Helm

BencoolenTimes.Com – Suasana pusat perbelanjaan Bencoolen Mall, Jumat (30/11/2018) pukul 20:30 WIB, geger. Dua pelajar kepergok maling helm di parkiran belakang Mall.

Kedua pelajar itu, VR (15) warga Muara Dua, Kota Bengkulu, dan HR (15) warga Pagar Dewa, Kota Bengkulu.

Keduanya ketahuan sedang beraksi menggasak helm warga. Duo pelajar ini lantas kabur. VR berlari ke dalam kawasan mall, sementara temannya HR belari ke arah pantai.

Apes bagi VR, bujang tanggung yang mengenakan kaos bertuliskan kaleng-kaleng, terciduk Security Bencoolen Mall. Sementara temannya berhasil kabur meninggalkan motor yang mereka tunggangi. “Tadi saya sama teman, orang Pagar Dewa. Kami maling helm,” kata VR saat diamankan di kantor Security Bencoolen Mall. (DED)

Konsep Baru Eleven Coffee Launching Malam Minggu

BencoolenTimes.Com – Pecinta kopi Bengkulu, tentu tidak mau ketinggalan info ini. Terkhusus, bagi warga yang suka nongkrong di warung kopi. Sabtu malam minggu (1/12) nanti, ada launching tempat kopi baru di Bengkulu. Tepatnya di Jalan Fatmawati, Penurunan Kota Bengkulu, di samping museum rumah pahlawan nasional Fatmawati.

Ya, Eleven Resto yang selama ini dikenal tempat nongkrong biasa, berubah konsep menjadi Eleven CoffeeShop yang menyajikan menu-menu kopi.

“Kami membaca pasar, tempat nongkrong saat ini sudah beralih ke penikmati kopi. Jadi kami tawarkan berbagai menu kopi, yang bisa dinikmati sambil nongkrong bersama sahabat, maupun keluarga,” ujar Owner Eleven Group Bengkulu, Tommy Yusriyadinata, S.IP.

Tapi jangan khawatir, bagi teman-teman yang ingin makan atau kurang suka kopi, Eleven tetap menyediakan menu non-coffee. Selain itu banyak menu baru yang disajikan di konsep baru Eleven CaffeeShop. Seperti, Ramen Eleven Spesial, Italian Beef Wrap, Beef Steak, Buntut Soup, serta banyak menu lainnya.

“So, datang ya di launching kita malam Minggu nanti. Tanggal 1 diawal bulan Desember 2018. Ada live music juga dari Filosofi Band. Don’t miss it,” ajak Tommy. (DED)

Lagi Buat KTP, Warga Diajak Sholat

BencoolenTimes.com – Pelayanan publik sejak keluarnya Surat Edaran Nomor : 065/14/B.III/2018, sudah diterapkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu. Tidak hanya ASN, sebelun adzan Zuhur berkumandang, ASN mengajak warga yang sedang membuat KTP, sholat fardhu.

Devi (36), warga Sukamerindu, Kota Bengkulu, yang sedang membuat KTP, mengaku kecewa karena harus menunggu. “Tapi saya memaklumi, karena itu kepentingan ibadah,” ujar Devi.

Pantauan BencoolenTimes, menjelang masuk sholat Zuhur, terdengar pengumuman suara mengajak pegawai dan masyarakat untuk melaksanakan sholat. ASN yang sedang melayani, dengan sopan mengajak warga yang sedang membuat KTP, untuk sholat terlebih dahulu.

Kadis Dukcapil kota Bengkulu, H. Sudarto mengatakan, surat edaran itu menjadi acuan untuk menginstruksikan ASN menjalankan ibadah.

“Kami sangat mendukung SE (Surat Edaran, red) itu, karena sebagai pedoman dan pegangan kami untuk mengimbau kepada ASN Disdukcapil maupun masyarakat, khususnya masyarakat yang berurusan di Dukcapil Kota Bengkulu, supaya pada saat waktunya sholat kita laksanakan sholat terlebih dahulu. Setelah selesai sholat, baru kita lanjutkan pelayanan kembali,” imbuh Darto.(YUD)

Wawali : Azan Berkumandang, Hentikan Pekerjaan

BencoolenTimes.Com – Keluarnya surat edaran sholat fardhu berjamaah di masjid, dibenarkan Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Edaran itu sebagai bentuk keseriusan pemerintah mewujudkan Bengkulu yang religi.

“Untuk memakmurkan masjid agar dilaksanakan ASN yang beragama muslim.
Saya menghimbau seluruh ASN jajaran pemkot untuk melaksanakan surat edaran Walikota tersebut,” ajak Dedy.

Sesuai dengan visi misi Helmi-Dedy (HD), mewujudkan Kota Bengkulu yang Bahagia, Religius dan APBD untuk rakyat, maka Walikota Bengkulu, H Helmi memulai dari jajaran pemerintahannya. Ditambah Dedy, ajakan itu akan digalakkan ke seluruh masyarakat. Khususnya yang beragama Islam, agar melakukan sholat berjemaah di masjid, di lingkungan perumahan atau perkantoran pemerintah/swasta.

“Hentikan sejenak segala aktivitas ketika adzan berkumandang.
Himbauan ini berlaku bagi seluruh warga kota beragama Islam, khususnya laki-laki. Bagi agama lain dipersilakan melakukan peribadatan di rumah ibadah masing-masing,” imbuh Dedy.

Merealisasikan ajakan ini, di Kantor Walikota Bengkulu telah terpasang alat pengeras suara yang berbunyi kumandang adzan ketika waktu sholat tiba. Sebelum tiba waktu sholat, lima menit sebelumnya ada pemberitahuan berbahasa daerah Bengkulu, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. “Isinya ajakan shalat berjemaah dan memberi tahu telah sampai waktu sholat,” tukas Wawali.

Pantauan langsung media ini, di ruang rapat paripurna DPRD Kota juga telah terpasang alat pengeras suara. Saat adzan berkumandang, Anggota DPRD Kota langsung menghentikan rapat, untuk melaksanakan sholat di mushala lingkungan Pemkot. “Semoga Allah memberkahi Kota Bengkulu dan kita semua, Amin,” tutup Dedy.(YUD)

Aplikasi Jago Bengkulu, Laris di Jawa Barat

Aplikasi JAGO Bengkulu, Laris di Jawa Barat

BencoolenTimes.com – Dilahirkan di Bengkulu, aplikasi JAGO ternyata berkembang pesat di Jawa Barat. Aplikasi ini laris manis di provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.

Bagaimana aplikasi JAGO ini bisa diterima masyarakat? Komisaris PT. Jago Multi Dimensi, Kaseri yang akrab disapa Heri, menjelaskan hampir semua pengusaha startup yang bergerak di bidang jasa, memulai bisnis mereka dengan fokus satu jasa saja, tetapi setelah pasar terbentuk mereka akan meluaskan usaha mereka, dengan mencari investor agar bisnis startup bisa semakin besar dan berkembang.

Aplikasi JAGO membaca ini secara cepat, terutama agar pengembangan aplikasi langsung bisa cepat diterima pengguna. JAGO melihat ada ruang yang besar di bisnis jasa dengan market rumah tangga, karena telah ada bisnis-bisnis offline atau konvensional yang bergerak di jasa rumah tangga dan ini menjadi target utama aplikasi JAGO.

“Pasar yang sangat besar dari pengguna android, dengan penghasilan tetap diatas Rp 3 juta per bulan, membuat kami pengembang aplikasi JAGO, bersemangat untuk mengambil kesempatan bisnis yang masuk akal ini, untuk mengembangkan aplikasi, yang mempertemukan pelaku jasa rumah tangga dengan pengguna, dalam aplikasi yang sangat mudah diingat yaitu JAGO,” ungkap Heri.

JAGO paham betul, lanjut Heri yang juga owner Modhecom ini, Bengkulu bukanlah target strategis untuk membesarkan aplikasi ini, setelah melakukan kegiatan sebagai tolak ukur kami di Bengkulu, aplikasi JAGO mengejar sasaran yang lebih tinggi yaitu di Jawa Barat.

Sejak Oktober 2018 menjadi momen yang tepat untuk JAGO memulai bisnisnya di wilayah yang lebih besar, respon positif juga didapat karena jelas aplikasi ini gampang diingat dari namanya juga terdiri dari jasa-jasa yang memang dibutuhkan konsumen milenial.

“Kami tidak akan berhenti sampai JAGO benar-benar besar, karena ini bukan hanya sekedar mimpi tetapi ada JAGO sebuah kata yang menarik karena di satu aplikasi ini dapat membantu pengusaha-pengusaha jasa Rumah Tangga untuk besar bersama kami disetiap kota di Indonesia. Begitulah target founder JAGO, bapak Kaseri bukan menjadi besar untuk mengecilkan usaha lain, tetapi besar bersama dengan kesempatan yang sama,” tukas Heri. (DED)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!