BencoolenTimes.com – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan langsung merespon Insiden Penembakan yang dialami petani di Kabupaten Bengkulu Selatan pada Senin siang, 23 November 2025.
Diketahui, ada 5 petani menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oknum petugas keamanan atau karyawan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT. Agro Bengkulu Selatan (ABS).
Salah satu respon tersebut, Gubernur Helmi Hasan membentuk tim khusus untuk membantu para korban penembakan. Dimana 5 petani dilaporkan mengalami luka tembak dan saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit (RS).
Gubernur Helmi Hasan menyebutkan, ada 5 Point penting langkah yang akan diambil atau menjadi tugas Tim Khusus tersebut. Pertama, memberikan bantuan hukum kepada seluruh korban, yang akan ditangani oleh advokat Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Kedua, memberikan pelayanan medis terbaik secara gratis untuk semua korban luka. Ketiga, menanggung kebutuhan harian keluarga korban selama masa pemulihan.
Keempat, memberikan beasiswa untuk anak-anak korban yang masih menempuh pendidikan tinggi dan Kelima, melakukan bedah rumah apabila rumah korban dinilai tidak layak huni.
Gubernur Helmi Hasan menegaskan, penanganan proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada Polda Bengkulu. Serta meminta seluruh pihak menunggu hasil penyidikan aparat kepolisian.
‘’Ini tidak bim salabim. Harus ada pendalaman, ada proses dan Kita tunggu ya,’’ imbuh Gubernur Helmi Hasan.
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Humas, Polda Bengkulu, Kombes Pol Andy Pramudya Wardana mengungkapkan saat konferensi pers, Polres Bengkulu Selatan masih mendalami perkara tersebut.
Dijelaskan Kabid Humas, insiden tersebut merupakan konflik antara karyawan PT. ABS dan Forum Masyarakat Pino Raya (FMPR). Kejadian penembakan diketahui sekitar pukul 13.00 WIB, Senin, 24 November 2025 di kawasan perkebunan.
Disebutkan Andy, lokasi kejadian berada di area blok E6 kebun PT. ABS, di mana terjadi konflik antara 10 karyawan perusahaan dan sekitar 40 anggota FMPR.
Kronologi peristiwa bermula saat karyawan PT. ABS melakukan pembukaan jalan menggunakan buldozer. Ketika waktu makan siang, 40 petani dari FMPR mendatangi lokasi karyawan makan siang.
Warga meminta karyawan PT. ABS untuk menghentikan kegiatan pembuatan jalan dan mematikan mesin alat berat. Mereka juga meminta dibuatkan surat pernyataan, namun hal itu gagal karena tidak ada alat tulis di lapangan.
Dalam situasi tersebut, seorang Karatawan PT. ABS, atas nama Rk melakukan penembakan terhadap warga. ‘’Jadi ada beberapa korban,’’ sebut Andy.
Dari karyawan perusahaan, lanjut Andy, dengan inisial AH (39) beralamat di Desa Padang Manis, Kaur Utara, Kabupaten Kaur. AH mengalami luka tusuk dagu bagian bawah dan lima luka tusuk di punggung, kemudian dirawat di Rumah Sakit (RS) Hasanuddin, Kabupaten Seluma.
Kemudian dari masyarakat, ada kurang lebih 5 orang yang menjadi korban, yaitu BS (74) mengalami luka tembak di perut tembus ke punggung. Kemudian EH (49), LSM (41), ES (61) dan SHD (60). ‘’Jadi kurang lebih dari masyarakat ada lima korban yang sementara masih dirawat di RSUD Seluma,’’ rinci Andy.
Selanjutnya, terang Andy, barang bukti dari insiden tersebut yang berhasil diamankan, yaitu satu unit Senjata Api (Senpi) jenis Revolver S&W dan 5 selongsor peluru. ‘’Sedangkan untuk barang bukti lain, seperti pisau atau parang, masih dalam pencarian,’’ lanjut Andy.
Sebagai tindaklanjut, tambah Andy, Penyidik Polres Bengkulu Selatan masih melakukan proses pendalaman, baik senjata api yang digunakan Rk maupun alat bukti lainnya. ‘’Proses pendalaman masih dilakukan Penyidik Polres Bengkulu Selatan,’’ imbuh Andy.(OIL)



