16.3 C
New York
Thursday, May 14, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 6

Berkas Perkara Tersangka AS Dinyatakan P21, Kamis Dilimpahkan

Berkas Perkara Tersangka AS
LENGKA: Berkas Perkara Tersangka AS, Mantan Dirut Bank Pemerintah dinyatakan lengkap dan segera dilakukan Pelimpahan Tahap Dua.

BencoolenTimes.com – Berkas Perkara (BP) Tersangka AS, Mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Pemerintah dalam perkara dugaan Tindak Pidana Perbankan (Tipibank) pemberian kredit kepada PT. Agung Jaya Group (AJG), sudah dinyatakan P21 alias dinyatakan lengkap.

Berkas Perkara (BP) Tersangka AS sudah dinyatakan P21 alias lengkap dan saat ini tinggal menunggu pelaksanaan Pelimpahan Tahap II di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Fri Wisdom Saragih Sumbayak menjelaskan, Kejari Bengkulu sudah menerbitkan P21 terkait Berkas Perkasa (BP) Tersangka AS dalam perkara dugaan Tindak Pidana Perbankan (Tipibank) yang ditangani Polda Bengkulu.

”Sudah P21 dan informasi dari Kejari Bengkulu, kalau tidak ada perubahan, pelimpahan tahap dua dijadwalkan Kamis mendatang (7 Mei 2026). Nanti kita informasikan lagi pada saat pelaksanaan pelimpahan,” ungkap Wisdom.

Untuk diketahui, Mantan Dirut Bank Pemerintah berinisial AS dipastikan menjadi tersangka dalam pengembangan perkara Tindak Pidana Perbankan yang ditangani Penyidik Subdit Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu.

Mantan Dirut Bank Pemerintah berinisial AS dan pernah menjabat dua periode tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Subdit Fismondev dengan dibuktikan masuknya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu.

Penetapan AS sebagai tersangka tersebut, masih berkaitan atau satu rangkaian dengan perkara yang sudah masuk meja hijau, atau bersidang di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu.

Disampaikan Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Fri Wisdom Saragih Sumbayak sebelumnya juga menyampaikan, SPDP yang masuk ke Kejati Bengkulu atas nama tersangka AS, memang pernah masuk pada Desember 2025 lalu. Hanya saja saat itu dikembalikan karena berkasnya belum ada.

‘’Yang Desember itu sudah pernah masuk, tapi kita kembalikan karena berkasnya belum masuk dari penyidik. Kemudian tanggal Dua April 2026 penyidik kembali mengirimkan SPDP atas nama isial AS,’’ singkat Wisdom saat itu.

Dalam perkara Tipibank Bank Pemerintah Cabang Kepahiang tersebut, bermula dengan adanya kredit yang diberikan kepada PT. Agung Jaya Grup (AJG).

Diketahui, pengajuan kredit awal sebesar Rp 6 miliar, namun yang disetujui oleh pihak bank sebesar Rp 5 miliar. Bahkan dalam perkara ini, Polda Bengkulu telah menetapkan empat pejabat/pegawai internal bank sebagai tersangka, masing-masing berinisial YM, YS, YG, dan DN.

Penetapan dilakukan pada Desember 2025 dan berkas perkara telah dilimpahkan ke kejaksaan pada Januari 2026. Serta saat ini perkaranya sudah bergulir di persidangan PN Bengkulu.

Dalam proses penyidikan, penyidik juga telah melakukan penggeledahan di Kantor Bank Pemerintah Cabang Pembantu Kepahiang dan menyita ratusan dokumen terkait.

Kasus ini diduga terjadi akibat penyaluran kredit yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) perbankan, sehingga berujung pada kredit bermasalah.

Selain itu, dari data dan fakta pada beberapa kali persidangan perkara tersebut, di ketahui bahwa adanya indikasi kuat bahwa yang menjadi penentu kredit tersebut bisa dicairkan, adalah pemimpin pada Bank Pemerintah yang menjabat saat itu.

Meskipun diketahui, sejak awal pengajuan, sudah ada penolakan karena dinilai pengajuan tidak memenuhi persyaratan. Namun anehnya pengajuan kredit tersebut tetap bisa di cairkan.

Selain itu, berbagai fakta juga terungkap dalam fakta persidangan, khususnya dari para saksi Internal Bank Pemerintah yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum di PN bengkulu.(OIL)

Menjelang Iduladha 1447 H, Pemkot Bengkulu Targetkan 100 Ekor Sapi Kurban

Menjelang Iduladha 1447
Gambar: Ilustrasi Pemkot matangkan persiapan kurban

BencoolenTimes.com – Menjelang momen perayaan Hari Raya Iduladha 1447 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mulai mematangkan persiapan dengan target 100 ekor sapi kurban.

Penjabat (Pj) Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah mengungkapkan bahwa antusiasme kurban tahun ini diprediksi tetap tinggi, dengan target total mencapai angka 100 ekor sapi.

”Dari BUMD kita sudah ada ancang-ancang menyumbang hingga 30 ekor sapi. Ditambah dengan partisipasi dari para pejabat dan ASN, kita harapkan jumlahnya bisa mendekati 100 ekor,” ungkap Medy, Selasa, 5 Mei 2026.

Terkait teknis pengumpulan, Medy menegaskan bahwa pemerintah tidak mewajibkan, melainkan bersifat imbauan karena kurban merupakan ibadah.

Pejabat dan ASN diminta untuk berkurban bersama di perangkat daerah masing-masing, yang nantinya penyalurannya akan dikoordinir oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Bengkulu.

Medy juga mengatakan bahwa tahun ini Kota Bengkulu kembali mendapatkan jatah satu ekor sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia.

”Untuk jatah dari Presiden, kita mendapat satu ekor. Sesuai instruksi Pemerintah Pusat, alokasinya sudah kita tetapkan untuk masjid yang belum pernah menerima bantuan serupa sebelumnya,” ujar Medy.

Sesuai pesan Walikota, prioritas penyaluran daging kurban tahun ini akan menyasar masjid-masjid yang belum tersentuh bantuan pada tahun-tahun sebelumnya. Fokus utamanya adalah jemaah dan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan pangan.

”Pak Wali berpesan agar tahun ini diutamakan masjid yang belum pernah dapat bantuan. Kita ingin hikmah dari ibadah kurban ini benar-benar dirasakan manfaatnya secara merata oleh warga Kota Bengkulu,” pungkas Medy. (JUL/RMC)

Wujud Itikad Baik dan Taat Hukum, Pemkot Bengkulu Bongkar Bangunan Auning di Kawasan KZ Abidin

Wujud Itikad Baik
Gambar: Proses pembongkaran auning di kawasan KZ Abidin Pasar Minggu Kota Bengkulu

BencoolenTimes.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu membongkar bangunan auning di sebelah gedung Pasar Tradisional Modern (PTM) kawasan KZ Abidin Kelurahan Belakang Pondok Kecamatan Ratu Samban, Selasa, 5 Mei 2026.

Langkah ini diambil sebagai wujud itikad baik dan taat hukum oleh Pemkot Bengkulu, yang mana sebelumnya ingin dibangun auning sebagai solusi sementara Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Minggu.

Namun, dalam proses pembangunan berjalan, ternyata diketahui lokasi tersebut merupakan lahan sah milik Pak Candra.

Kuasa hukum Pemerintah Kota Bengkulu, Dr. Elfahmi Lubis, menegaskan bahwa pembongkaran bangunan di atas lahan milik warga merupakan bentuk kepatuhan terhadap hukum.

Elfahmi menjelaskan, bangunan yang sebelumnya berdiri di lokasi itu dibangun untuk kepentingan umum. Saat itu, lahan digunakan sebagai tempat relokasi sementara bagi pedagang yang belum bersedia menempati lokasi resmi.

”Tidak ada niat dari Pemkot untuk menguasai atau menyerobot lahan. Penggunaan lahan tersebut murni sebagai solusi sementara,” ujarnya Elfahmi.

Kata Elfahmi, setelah pemilik lahan menyatakan keberatan dan memiliki bukti sertifikat, Pemkot Bengkulu langsung mengambil langkah dengan mengosongkan dan membongkar bangunan.

Berkenaan dengan laporan ke pihak kepolisian, Elfahmi menyebut hal tersebut sebagai hak setiap warga negara. Pihaknya siap menghadapi proses hukum yang berjalan.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa pada saat awal penggunaan lahan, belum ada pengukuran resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), sehingga batas kepemilikan belum diketahui secara pasti.

”Pembongkaran ini menjadi bukti itikad baik Pemkot dalam mematuhi hukum dan menghormati hak kepemilikan warga,” pungkasnya. (JUL)

 

 

Belasan Orang Diperiksa, Satu Tersangka Sudah Ditetapkan

Belasan Orang Diperiksa
PALSU: Belasan orang diperiksa dalam perkara Minyak Goreng Kemasan Merk MinyaKita yang diduga palsu, oleh Subdit Industri, Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu.

BencoolenTimes.com – Belasan orang diperiksa dalam perkara Minyak Goreng Kemasan Merk MinyaKita yang diduga palsu, oleh Subdit Industri, Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu.

Belasan orang diperiksa oleh penyidik Subdit Indagsi, Ditreskrimsus Polda Bengkulu terkait ratusan dus Minyak Goreng Kemasan Merk MinyaKita yang diduga dipalsukan dan sudah diamankan pada Senin, 4 Mei 2025 dari gedung yang sebelumnya menjadi lokasi Launching Minyak Goreng Merk Bumi Merah Putih (BMP) di kawasan Kelurahan Sawah Lebar, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.

Kasubdit Indagsi, Ditreskrimsus Polda Bengkulu, AKBP Herman Sopian mengungkapkan, mereka sudah mengamankan 310 dus berisi kurang lebih 108.500 kemasan minyak goreng Merk MinyaKita yang diduga palsu.

Jumlah tersebut baru sebagian barang bukti yang ditemukan dari lokasi gedung tersebut. Diduga juga Minyak Goreng Kemasan Merk MinyaKita diduga palsu tersebut sudah ada yang beredar di sejumlah wilayah di luar Bengkulu.

Disampaikan Herman, dalam perkara tersebut mereka sudah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi. ‘’Kita juga sudah menetapkan satu orang tersangka berinisial RP (39) yang diketahui merupakan kepala produksi,’’ singkat Herman.

Sebelumnya diketahui, Subdit Indagsi, Ditreskrimsus Polda Bengkulu mengamankan ratusan dus Minyak Goreng Kemasan Merk MinyaKita yang diduga palsu dari gedung yang menjadi lokasi Launcing Minyak Goreng Kemasan Merk BMP.

Gudang tersebut diketahui berada di kawasan padat penduduk, Kelurahan Sawah Lebar, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu. Diduga lokasi tersebut menjadi tempat pengemasan Minyak Goreng Merk MinyaKita palsu dengan modus memanipulasi label produk, barcode BPOM hingga logo halal.(OIL)

Ratusan Dus Minyak Goreng Merk MinyaKita Palsu Diamankan Polisi

Ratusan Dus Minyak Goreng
DIAMANKAN: Ratusan Dus Minyak Goreng kemasan Merk MinyaKita diduga palsu diamankan dari sebuah gudang yang sebelumnya jadi lokasi Launching Minyak Goreng Merk Bumi Merah Putih.

BencoolenTimes.com – Ratusan Dus Minyak Goreng kemasan Merk MinyaKita diamankan Subdit Industri, Perdagangan dan Investasi (Indagsi), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu, pada Senin, 4 Mei 2026.

Ratusan Dus Minyak Goreng kemasan Merk MinyaKita tersebut diamankan dari sebuah gedung yang sebelumnya menjadi lokasi Launching Minyak Goreng Merk Bumi Merah Putih (BMP) beberapa bulan lalu.

Selain mengamankan ratusan dus minyak goreng Merk MinyaKita yang diduga palsu tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang lainnya dari lokasi gedung.

Gudang tersebut diketahui berada di kawasan padat penduduk, Kelurahan Sawah Lebar, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu. Diduga lokasi tersebut menjadi tempat pengemasan Minyak Goreng Merk MinyaKita palsu dengan modus memanipulasi label produk, barcode BPOM hingga logo halal.

Direktur Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol Aris Tri Yunarko melalui Kasubdit Indagsi, AKBP Herman Sopian menjelaskan, hasil penyidikan menemukan sejumlah pelanggaran serius pada produk Minyak Goreng Merk MinyaKita yang diduga palsu tersebut.

Menurut Herman, kemasan minyak goreng itu tidak sesuai dengan izin edar yang tercantum. Bahkan isi minyak dalam kemasan juga diduga tidak memenuhi takaran sebagaimana yang tertera pada label.

‘’Produk ini diduga sengaja dimanipulasi, Barcode BPOM dan logo halal pada kemasan asli ditutup kembali menggunakan stiker berbahan tahan air yang mencantumkan identitas perusahaan lain,’’ ungkap Herman.

Terungkap juga, adanya dugaan ketidaksesuaian antara nomor registrasi BPOM dengan identitas produsen yang tercantum pada kemasan. Pada produk asli, tercantum nama perusahaan seperti PT. Eru Satria Oil Bandung dan PT Minyaku Sawit Indonesia Dumai, namun barcode dan nomor registrasi yang digunakan berbeda.

‘’Selain dugaan pemalsuan kemasan, volume isi juga tidak sesuai. Dalam label tertulis 1 liter, tetapi setelah diperiksa hanya berisi sekitar 900 mililiter,’’ sebut Herman.

Selain ratusan Dus Minyak Goreng Merk MinyaKita diduga palsu, polisi juga mengamankan drum penampungan minyak, hingga alat pengemasan ulang yang diduga digunakan untuk menjalankan praktik tersebut.

Polda Bengkulu memastikan penyidikan kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan distribusi serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Dari hasil penyelidikan sementara, minyak goreng yang dikemas ulang di Bengkulu itu diduga dikirim melalui jalur darat menuju wilayah Bandung, Jawa Barat. Polisi menyebut praktik ini sebenarnya telah terendus sejak sekitar satu bulan terakhir sebelum akhirnya dilakukan penggerebekan.(OIL)

Berikut Kronologis Heboh Pelajar Hanyut

Berikut Kronologis Heboh
TURUN: Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhan turun langsung membantu proses pencarian dan evakuasi para korban hanyut di Sungai Kemaceak, Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya.

BencoolenTimes.com – Berikut kronologis heboh pelajar hanyut di Sungai Kemaceak, Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong pada Senin sore, 4 Mei 2026.

Berikut kronologis heboh pelajar hanyut di Sungai Kemaceak, Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong yang mengakibatkan 3 orang korban dinyatakan meninggal dunia.

Kejadian diawali para pelajar tersebut sekitar Pukul 17.30 WIB datang ke lokasi untuk jalan-jalan. Sampai dilokasi Sungai Kemaceak, Desa Lemeu, para pelajar yang kesemuanya sekolah di SMA Negeri 1 Lebong ini, terdiri dari 3 pelajar laki-laki dan 5 pelajar perempuan, bermain di pingir sungai.

Saat itulah, secara tiba-tiba debit aliran sungai meningkat dan meluap atau terjadi Bah yang mengakibat para pelajar tersebut langsung panic dan berusaha menyelamatkan diri.

Bahkan 5 dari 8 orang korban langsung hanyut terbawa air, namun salah satu pelajar pria masih sempat melakukan pertolongan dan menyelamatkan 2 korban hanyut.

Sedangkan untuk 3 korban lainnya tidak berhasil diselamatkan atau ditolong dan akhirnya hanyut terbawa arus. Para korban yang selamat akhirnya meminta bantuan dan memberikan kabar kejadian yang mereka alami.

Pemerintah setempat, masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait jajaran Pemkab Lebong, TNI dan Polri langsung berupaya melakukan pencarian dan evakuasi terhadap 3 korban yang hanyut.

Hingga akhirnya, secara bertahap pada Senin Malam, 4 Mei 2026, tiga korban yang hanyut berhasil dievakuasi. Namun sayang, ketiganya dinyatakan meninggal dunia.

Dalam proses pencarian, Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhan turun langsung bersama jajarannya di lokasi kejadian. Para korban yang dinyatakan meninggal sudah dibawa ke rumah duka.

Adapun identitas lengkap para korban selamat, yaitu Tegar Keanu Al Qayyum (16) warga Kelurahan Dusun Muara Aman, Kecamatan Amen dan Charisa Nindiya Putri (16) warga Kelurahan Dusun Muara Aman, Kecamatan Amen.

Kemudian Najwa Assyifa (16) warga Desa Sungai Gerong, Kecamatan Amen, Salsa Cahya Ramadhani (16) warga Desa Garut, Kecamatan Amen dan Farhan Novendri (16) warga Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Lebong Utara.

Sedangkan untuk tiga pelajar yang meninggal dunia, yaitu Hanifah Alvira (17) warga Desa Sungai Gerong, Kecamatan Amen, Aulia Febriyani (16) warga Desa Pangkalan, Kecamatan Uram Jaya dan Al Fahri Ramadhan (16) warga Kelurahan Amen, Kecamatan Amen.

Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhan yang langsung turun ke lapangan saat dikonfirmasi mengatakan, 4 korban selamat telah diantar ke rumah masing-masing.

‘’Satu korban atas nama Salsa Cahya Ramadhani dirawat inap di RSUD Lebong dan tiga korban meninggal dunia sudah dibawa pulang ke rumah duka,’’ ungkap Kapolres.(OIL)

Dua Hari Berturut-turut, Kecelakaan Kerja Tersengat Listrik Terjadi di Seluma

Dua Hari Berturut-turut
KECELAKAAN: Dua hari berturut-turut kecelakaan kerja tersengat listrik terjadi di Kabupaten Seluma di dua lokasi pekerjaan yang berbeda.

BencoolenTimes.com – Dua hari berturut-turut kecelakaan kerja tersengat listrik terjadi di Kabupaten Seluma di dua lokasi pekerjaan yang berbeda.

Dua hari berturut-turut, kecelakaan kerja tersengat listrik terjadi di Kabupaten Seluma. Akibat kecelakaan kerja tersengat listrik tersebut, satu korban diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu, 2 Mei 2026, sekitar pukul 09.35 WIB di Desa Napal Jungur, Kecamatan Lubuk Sandi. Korban bernama Reswan (46), warga Desa Lubuk Terentang, tengah bekerja membantu pembangunan ruko milik Doni Afrianto.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat itu korban sedang meluruskan besi cor untuk keperluan pengecoran bangunan. Namun nahas, ujung besi yang ditegakkan tanpa disadari menyentuh kabel listrik milik PLN yang posisinya cukup rendah.

Sengatan listrik yang mengalir melalui besi langsung mengenai tubuh korban hingga terjatuh dan tak sadarkan diri. Warga sekitar segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Tumbuan.

Namun, korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan medis. Almarhum meninggalkan seorang istri serta tiga anak dan jenazah telah dimakamkan di TPU setempat usai pelaksanaan salat Dzuhur.

Kemudian, kecelakaan kerja tersengat listrik yang kedua terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026 sekitar pukul 08.30 WIB di Kelurahan Talang Saling, Kecamatan Seluma Kota.

Korban atas nama Dedi (45), juga seorang tukang bangunan, saat itu tengah bekerja dalam proyek pembangunan Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan.

Saat beraktivitas, korban tanpa sengaja menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi di sekitar lokasi proyek. Akibatnya, korban tersengat hingga terpental dan tidak sadarkan diri.

Rekan kerja korban segera mengevakuasi dan membawanya ke RSUD Tais dan berkat penanganan cepat, nyawa korban berhasil diselamatkan. Namun korban mengalami luka serius berupa robekan di kepala dan pelipis serta luka bakar di kedua kaki.

Dua peristiwa ini menjadi peringatan penting terkait keselamatan kerja, khususnya di sektor konstruksi. Selain itu, kondisi jaringan listrik yang terlalu rendah dinilai berbahaya dan perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

Ke depan, pengawasan instalasi listrik dan penerapan standar keselamatan kerja diharapkan dapat lebih ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(RSL)

Update Terbaru Heboh Pelajar Hanyut, 3 Korban Dinyatakan MD

Update Terbaru Heboh
MENINGGAL: Tiga dari 8 orang pelajar yang di kabarkan terjebak dan menjadi korban hanyut di Sungai Kemaceak, 3 diantaranya meninggal dunia.

BencoolenTimes.com – Update terbaru heboh pelajar hanyut di Sungai Kemaceak Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, total korban yang diduga hanyut sebanyak 8 orang.

Update terbaru, heboh pelajar hanyut, dari 8 orang pelajar yang menjadi korban, 3 diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Seluruh korban hanyut seluruhnya sudah berhasil ditemukan.

Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhan melalui Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Lebong, AKP Hadi sutrisno didampingi Kasubsi PIDM, Aiptu Syaiful Anwar menjelaskan, seluruh korban yang dikabarkan terjebak dan hanyut di aliran Sungai Kemaceak, Desa Lemeu sudah ditemukan.

Namun, 3 korban diantaranya dinyatakan meninggal dunia setelah hanyut di aliran sungai. ‘’Seluruh korban sudah berhasil ditemukan, namun tiga diantaranya dinyatakan meninggal dunia,’’ sampai Kasi Humas.

Dijelaskan Kasi Humas, para pelajar yang menjadi korban dan selamat tersebut, yaitu Tegar, Salisa, Farhan, Wawa dan Salsa. Sedangkan untuk korban yang dinyatakan meninggal dunia, yaitu Hanifah, Aulia dan yang terakhir ditemukan atas nama Fahri.

‘’Korban hanyut yang meninggal dunia, sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit, namun nyawa mereka tidak bisa terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia,’’ imbuh Kasi Humas.

Dari pemberitaan sebelumnya diketahui, heboh peajar hanyut di Kabupaten Lebong terjadi pada Senin Sore, 4 Mei 2026. Para pelajar tersebut saat kejadian, sedang bermain di sekitaran aliran Sungai Kemaceak, Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong.

Saat sedang asik bermain di pinggiran sungai, tiba-tiba saja air meluap dan beberapa diantara pelajar tersebut terseret arus sungai yang deras. Sedangkan beberapa diantaranya berhasil menyelamatkan diri dari luapan air sungai.(OIL)

Heboh, Pelajar Dikabarkan Hanyut di Lebong

Heboh, pelajar Dikabarkan Hanyut
KORBAN: Salah satu korban sedang berusaha menyelamatkan diri dari derasnya air, terlihat dari tangkapan layar rekaman video.

BencoolenTimes.com – Heboh, pelajar dikabarkan hanyut di Kabupaten Lebong pada Senin Sore, 4 Mei 2026, tepatnya di aliran sungai wilayah Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya.

Heboh, pelajar dikabarkan hanyut di aliran sungai Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, hingga saat ini masih dalam proses pencarian.

Data terhimpun, kejadian berawal saat para pelajar tersebut sedang bermain di aliran sungai yang tiba-tiba menjadi deras dan debitnya naik.

Meskipun beberapa diantaranya bisa menyelamatkan diri dengan lari ke pinggir sungai, namun beberapa pelajar lainnya ada yang diduga hanyut terbawa air sungai yang berwarna coklat.

Selain itu, dari sebuah video pendek yang beredar, ada beberapa nama korban yang disebut. ‘’Salsa, Fira, Hanibal, Fahri hanyuuut, cak mano kami (Bagaimana Kami) woi, itu Wawa, Wawa disitu,’’ teriak rekan korban sembari mengarahkan kamera handphone ke salah satu pelajar yang berusaha menyelamatkan diri dari arus sungai.

Hingga saat ini, upaya evakuasi dan pencarian korban masih dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian. Belum diketahui secara pasti berapa jumlah korban dan yang selamat dari kejadian tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Lebong, AKP Hadi sutrisno melalui Kasubsi PIDM, Aiptu Syaiful Anwar membenarkan kejadian tersebut. Namun dirinya belum bisa memberikan penjelasan terkait kronologis dan data korban.

‘’Belum, kita belum bisa memberikan keterangan detail. Karena anggota masih berada di lokasi kejadian untuk membantu evakuasi dan pencarian,’’ singkat Saipul.(OIL)

Hilang Setelah Pamit Joging, Pria Ini Ditemukan Tidak Bernyawa

Hilang Setelah Pamit Joging
DITEMUKAN: Hilang setelah pamit joging di kawasan wisata Pantai Panjang, seorang pria berinisial Pu, ditemukan sudah tidak bernyawa di Kelurahan Anggut Bawah, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.

BencoolenTimes.com – Hilang setelah pamit joging di kawasan wisata Pantai Panjang, seorang pria berinisial Pu, ditemukan sudah tidak bernyawa di Kelurahan Anggut Bawah, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.

Hilang setelah pamit joging, Pria berinisial Pu, ditemukan sudah tidak bernyawa, tepatnya di lahan kosong Simpang Dekranasda dengan kondisi yang cukup mengenaskan.

Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan warga setempat yang melihat motor diduga milik korban terparkir mencurigakan di lokasi kejadian dan dalam waktu yang cukup lama.

Saat warga mengecek motor tersebut, ternyata tidak jauh dari motor atau sekitar 25 meter, terlihat jasad korban dalam kondisi mengenaskan dan sudah tidak bernyawa.

Mendapati hal tersebut, warga langsung melaporkan temuan tersebut kepada pihak kelurahan. Selanjutnya pihak kelurahan menghubungi Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Ratu Samban.

Tidak lama berselang, setelah Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan Kapolsek Ratu Samban dan Tim Opsnal Polresta Bengkulu, lokasi temuan langsung disterilkan atau diamankan.

Selanjutnya, menyusul pihak INAFIS Polresta Bengkulu datang ke lokasi temuan dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Dedi. Belum diketahui secara pasti apa penyebab korban meninggal dunia di lokasi lahan kosong tersebut.

Hingga saat ini, tim INAFIS bersama Kapolsek dan anggota opsnal Polsek Ratu Samban masih melakukan olah TKP secara intensif guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Temuan jasad pria tersebut, hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan dan belum ada keterangan resmi, baik dari pihak Polsek Ratu Samban maupun Polresta Bengkulu.(OIL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!