BencoolenTimes.com – Dinas LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Provinsi Bengkulu, memastikan menindaklanjuti ibformasi adanya dugaan keterlibatan oknum Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang menjadi backing dalam aktivitas perambahan kawasan hutan Bentang Alam Seblat (BAS).
Hal ini disampaikan langsung, Kepala Dinas (Kadis) LHK Provinsi Bengkulu, Safnizar kepadda wartawan. ‘’Sebenarnya informasi terkait dugaan ada oknum KPH yang bermain, dengan modus membentengi para perambah di kawasan BAS itu sudah lama kita dengar,’’ sampai Safnizar.
Hanya saja, lanjut Safnizar, hingga saat ini informasi itu masih sebatas dugaan saja, lantaran tidak ada bukti autentiknya. Meskipun pihaknya sendiri sudah pernah memanggil Kepala KPH, guna meminta klarifikasi.
‘’Tapi itu tadi, dari klarifikasi yang dilakukan, dugaan tersebut tidak ada dan buktinya pun tidak ditemukan. Kalau ada bukti kuatnya, pasti kita tindak sesuai aturan, karena jelas tindakan membentengi para perambah, melanggar aturan,’’ tegas Safnizar.
Menurut Safnizar, terkait aktivitas perambahan di kawasan BAS yang menjadi habitat Gajah Sumatera tersebut, pihaknya mendorong dengan sangat agar dilakukan penindakan hukum yang benar dan sesuai ketentuannya.
‘’Kalau penindakan hukum ini betul-betul ditegakkan, kita optimis bisa membuat efek jera terhadap aktivitas perambahan di kawasan BAS Bengkulu. Termasuk juga kalau ada oknum pegawai kita yang terlibat,’’ sambung Safnizar.
Dilanjutkan Safnizar, kalau bukan pihaknya selaku OPD yang membidangi, siapa lagi yang menjaga kawasan hutan. Apalagi pemerintah daerah (Pemda) sangat mendukung upaya penertiban dalam kawasan BAS Bengkulu tersebut.
‘’Dugaan aktivitas perambahan di kawasan BAS itukan sudah sejak lama dan berlangsung bertahun-tahun. Sehingga ini momen yang tepat dalam upaya penyelamatan kawasan hutan, terlebih kawasan tersebut juga menjadi habitat hewan yang dilindungi,’’ lanjut Safnizar.
Ditambahkan Safnizar, sebagai bentuk dukungan dalam Operasi Merah Putih Lanskap Seblat tersebut, mereka kembali mengirim Polisi Kehutanan (Polhut) untuk memberikan dukungan.
‘’Sehingga upaya penertiban terhadap aktivitas perambahan yang sudah seperti penyakit kronis di kawasan BAS tersebut, dapat dicegah. Kalau tidak seperti itu, habislah hutan kita,’’ imbuh Safnizar.(OIL)



