13.3 C
New York
Monday, October 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1768

Keluarga Ini Keluhkan Permohonan Operasi Napi di Lapas Bentiring

BencoolenTimes.Com, – Rendra, salah satu keluarga terpidana di dalam Lapas Bentiring Kelas IIA Kota Bengkulu menyayangkan sikap pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Bengkulu.

Hal tersebut dikarenakan, hingga sekarang dirinya belum mendapat respon permohonan operasi terpidana yang sudah diajukan kepada pihak Kemenkumham pada 23 November 2018 lalu.

Kata Rendra, saat ini dirinya sedang mengurus permohonan untuk proses operasi keluarganya yang berada di dalam Lapas Bentiring.

Pihak Lapas, sambung dia, sudah membantu proses permohonan ke Kanwil Kemenkumham beserta surat rujukan dari dokter, yang mengharuskan segera dioperasi.

Namun, hingga saat ini belum juga ada tanggapan dari Kakanwil akan surat permohonan tersebut.

“Surat permohonan dari pihak Lapas sudah diajukan ke Kanwil Kemenkumham. Tapi sampai sekarang, saya belum menerima tanggapan dari Kemenkumham,” ungkapnya, Jum’at (7/12/2018).

Hal tersebut, terang Rendra, merupakan bentuk penghalangan hak narapidana yang tertuang dalam Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kanwil Kemenkumham Bengkulu belum bisa dikonfirmasi. (Yud)

Hafis Depa Ketua Grup Kartu Song Bengkulu

BencoolenTimes.Com, – Grup Pemain Song Mania Bengkulu (GPSMB) akhirnya memilih Hafis Depa, menjadi ketua komunitas hobi kartu song ini. Pemilihan dilakukan tadi malam Senin (3/12/2018) di Kampus STIA Bengkulu.

Hafis Depa merupakan warga Kelurahan Kebun Ros, yang cukup dikenal di kalangan pecinta song. Ia aktif datang setiap perlombaan kartu song di Kota Bengkulu.

Pemilihan sendiri dilakukan secara voting yang dilakukan 60 anggota grup, setelah sebelumnya moderator Pemilihan Ketua, Eko Yulianto menjelaskan calon ketua ditentukan tim formatur.

Calon ketua yg dipilih tim formatur ini menghasilkan 3 nama. Setelah dilakukan voting, akhirnya Hafis Depa terpilih menjadi Ketua GPSMB dengan suara terbanyak.

“Terimakasih atas amanah yang telah diberikan kepada saya sebagai ketua. Saya tak pernah menyangka menjadi ketua komunitas ini. Karena ini amanah dari kawan-kawan akan saya laksanakan dengan sebaiknya untuk memajukan komunitas GPSMB,” kata Depa.

Pemilihan Ketua GPSMB ini dihadiri anggota DPRD Kota Bengkulu, Indra Sukma Samosir yang juga merupakan Dewan Penasehat GPSMB.

“Harapan saya, komunitas ini berjalan sebagaimana mestinya sehingga kawan-kawan yang belum bergabung tertarik untuk ikut bergabung. Nantinya komunitas ini kita notariskan,” ucap Indra.

Untuk diketahui, GPS MB berdiri sejak awal tahun 2018. Komunitas ini merupakan wadah untuk anggota grup menyalurkan hobinya bermain kartu remi song. GPSMB cukup dikenal, karena sering mengadakan event di setiap acara pernikahan.(YUD)

Faktor Over Kapasitas dan Keamanan Jadi Alasan Ridwan Mukti Pindah ke Lapas Sukamiskin

BencoolenTimes.Com, – Faktor over kapasitas dan keamanan menjadi alasan Ridwan Mukti dan isteri, Lily Martiani Maddari dipindahkan dari Lapas Bentiring.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian hukum dan Ham (Kemenkumham) Provinsi Bengkulu, Ilham Djaya, saat menggelar jumpa pers, Senin (3/12/2018).

Dijelaskan Ilham, bahwa faktor yang utama pemindahan tersebut dikarenakan Lapas sudah penuh atau keamanan warga binaan sudah tidak terjamin.

Maka dari itu, perlu adanya pemindahan warga binaan di Lapas Bentiring ke Lapas lainnya.

“Lapas sudah penuh/over kapasitas sehingga harus dipindahkan ke Lapas yang lain. Disini kita anggap tidak aman untuk yang bersangkutan, mungkin karena ada groupnya atau ada musuhnya, sehingga kita pindahkan ke Lapas yang lain,” jelasnya.

Kemudian, faktor kedua yakni soal pembinaan. Karena RM ini dirasa memiliki keahlian tertentu sehingga yang bersangkutan diperlukan pembinaan yang lebih pada Lapas ditipe lain.

Faktor ketiga, yakni atas permintaan instansi terkait seperti penyidik dari jajaran Polri ataupun Polda Bengkulu. Keempat, karena faktor permintaan keluarga ataupun yang bersangkutan.

“Jadi, karena keempat faktor itulah yang boleh menyebabkan warga binaan atau narapidana tersebut pindah. Selain adanya faktor administratif, salah satunya adalah sudah inkrahnya putusan untuk yang bersangkutan,” paparnya.

Akan tetapi, lanjut Ilham, kalau putusan yang bersangkutan belum inkrah maka belum bisa dipindahkan karena masih ada proses peradilan.

“Sementara yang bersangkutan ini kan kita tahu, sesuai dengan putusan sudah inkrah,” tutupnya.

Diketahui, terpidana Ridwan Mukti dipindahkan dari Lapas Bentiring ke Lapas Sukamiskin, Bandung. Sedangkan isterinya, Lily Martiani Maddari dipindahkan ke Lapas Perempuan, Tangerang.

Pemindahan kedua terpidana tersebut dilaksanakan, Sabtu (1/12/2018) subuh dengan menggunakan pesawat Lion Air. (Red)

Pendaftar Masuk SMPN 4 Selalu Melebihi Kuota, Kenapa?

BencoolenTimes.Com – Wajar jika SMPN 4 menjadi salah satu sekolah unggulan di Kota Bengkulu. Pasalnya, sekolah ini banyak menghasilkan siswa berprestasi.

Tak ayal, setiap penerimaan siswa baru, sekolah ini banyak diserbu pendaftar, meski sistem penerimaan siswa menggunakan sistem zonasi.

Kepala SMPN 4, Mala Hartati, M.Pd mengatakan kunci sukses sekolah, ada pada tenaga pendidik. Saat ini, SMPN 4 sudah memiliki 26 ruangan belajar dari kelas VII hingga kelas IX, dengan jumlah total siswa sebanyak 868 orang.

“Sekolah kami ini memang memiliki tenaga pengajar berkualitas. Sehingga setiap tahunnya selalu menghasilkan siswa berprestasi,” ujar Mala.(YUD)

Bocah Kelas 2 SD Pukau Penonton Dengan Dol

BencoolenTimes.Com, – Salah satu bocah yang beralamat di Pondok Besi Kota Bengkulu, Rafa Adi Putera (8) dan masih duduk di Kelas 2 SD, Sabtu (1/12/2018) malam, mampu memukau puluhan penonton saat memainkan alat musik Dol.

Hal tersebut tampak saat Rafa bersama Group K.A.G.A.N.G.A, melantunkan karya musik komposisi tradisi, seketika itu pula puluhan penonton memberi apresiasi dengan tepuk tangan yang meriah.

Kata salah satu personil Group Kaganga, Riyan Israq Hari Saputra atau biasa disapa Ari Kantuk, Rafa sudah mulai belajar memainkan alat musik tersebut sejak usia 3-4 tahun.

“Ia (Rafa) mulai belajar menabuh dol sejak kecil. Hampir setiap hari latihan di Sanggar Adifa, dengan dilatih oleh ayahnya dan kami. Rafa itu minder kalo sedang latihan dan diliatin orang, tapi kalo sudah tampil nggak lagi. Malah panggung itu kayak punya dia,” ujar Ari.

Ditambahkannya, ayah Rafa bernama Hadi juga pemain musik tradisi dan ibunya, Feti seorang penari. Rafa anak satu-satunya.

“Jadi Rafa itu sudah mengalir darah seni sejak kecil dari kedua orang tuanya,” ungkap Ari.

Ia menerangkan, Rafa itu sudah sering diajak tampil atau manggung di Pekan Budaya dan Musik baik ditingkat provinsi, Sumatera, maupun Jakarta.

“Terakhir, diacara Pekan Musik Karawitan Indonesia, di Jakarta Rafa dapat prestasi sebagai penyaji terbaik 2018. Selain mampu memainkan dol, Rafa juga bisa memainkan alat musik Jimbe dan Kulintang,” tuturnya.

Adapun nama-nama kedelapan personil Group K.A.G.A.N.G.A, tersebut yakni Ari Kantuk, Dani Kunyuk, Pandu Parera, Gegem Wili, Diki Leak, Anton Susten, Caam, dan terakhir Rafa. (Red)

Musala Memadai, SMPN 4 Terapkan Sholat Berjamaah

BencoolenTimes.Com – Tak hanya Menjadi Sekolah unggulan, SMPN 4 Kota Bengkulu merupakan salah satu sekolah bernuansa religi.

Beralamatkan di jalan Cimanuk, SMPN 4 menyambut baik program sholat fardhu berjamaah yang digalakkan Pemerintah Kota Bengkulu.

Kepala SMPN 4, Mala Hartati, M.Pd mengatakan, sekolah pada jam pagi siswa menggelar Tadarus di kelas masing-masing, dipandu guru melalui mikrofon masjid. Para siswa mengikuti bacaan Alquran setiap pagi.

“Kegiatan Tadarus ini kita laksanakan dari pukul 07.15 – 07.30 setiap harinya kecuali hari Senin dan Sabtu,” ucap Mala.

Kegiatan Tadarus bertujuan untuk mengingatkan murid selalu membaca Alquran.

Terkait Surat Edaran (SE) Walikota tentang berjamaah sholat fardhu 5 waktu, Mala Hartati mengaku sempat mendengar kabar surat edaran tersebut, namum surat edaran itu belum sampai ke sekolah.

“Kami pihak sekolah selalu mendukung program Pemerintah Kota Bengkulu, Bapak Walikota ingin menciptakan Bengkulu Kota Religius, tentu saja kami sekolah di bawah Pemerintah Kota Bengkulu akan selalu mendukung program yang dikeluarkan Walikota dan Wakil Walikota,” tegas Mala.

Ditambahkan Mala, sebelum keluarnya Surat Edaran walikota tersebut, SMPN 4 sudah menerapkan sholat fardhu berjamaah sejak dulu. “Kita memiliki musala yang memadai. Bisa menampung seluruh siswa yang beragama muslim untuk melalukan sholat berjamaah. Jadi tentu saja tak ada alasan bagi kami untuk tidak sholat berjamaah,” tukasnya.(YUD)

Maling “Kaleng-kaleng” Mau Jual Helm di Forum Jual-Beli

BencoolenTimes.Com – Tergiur mudah dapat uang di zaman milenial, VR (15) pelajar warga Muara Dua, Kota Bengkulu, yang diciduk karena maling helm di parkiran belakang Bencoolen Mall, berniat menjual helm curiannya di forum jual beli Facebook.

“Mau saya jual di forum jual beli di Facebook. Bisa dijual Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Uang itu nanti buat bayar denda saya di sekolah, karena sering alpa (bolos sekolah, red),” kata VR.

Pelajar salah satu SMK di Kota Bengkulu yang tertangkap mengenakan kaos bertulis kaleng-kaleng ini, mengaku diberi tahu oleh rekannya, HR (15), warga Pagar Dewa, Kota Bengkulu, cara menjual helm curian di forum jual beli di Facebook.

“HR yang ajarin saya untuk jual ke forum jual beli. Jual di situ katanya aman dan gak ketahuan. HR itu teman main bola saya, dia kelas 10 SMA,” terang VR.

Seperti diberitakan sebelumnya, VR dan HR ketahuan mencuri helm di parkiran motor belakang Bencoolen Mall, Jumat (30/11/2018) pukul 20.30 WIB. VR berhasil ditangkap Security Bencoolen Mall, sementara HR berhasil kabur.(DED)

Pelajar “Kaleng-kaleng”, Maling Buat Bayar Denda

BencoolenTimes.Com – VR (15), warga Muara Dua, Kota Bengkulu ternyata sekolah di salah satu SMK Kota Bengkulu. Pelajar yang ditangkap mengenakan kaos bertulis kaleng-kaleng ini, mengaku maling helm untuk bayar denda karena sering bolos di sekolah.

“Aku sering alpa masuk sekolah. Jadi kena denda. Rencananya helm mau saya jual, uangnya buat bayar denda,” kata VR.

Bujang tanggung ini melancarkan aksinya bersama HR (15), pelajar salah satu SMA di Kota Bengkulu. HR berhasil kabur, saat warga memergoki aksinya. Sementara VR, diciduk Security Bencoolen Mall.

“HR menunggu memantau lokasi. Saya yang ambil helm. Karena ketahuan, HR kabur duluan. Saya sempat lari, tapi ketangkap Security,” kata VR.

Bujang tanggung ini mengaku pertama kali mencuri helm bersama HR. “Sumpah baru pertama, karena saya terdesak bayar denda. HR yang ajak, saya kenalnya karena temen main bola. Ini kaos kaleng-kaleng punya HR yang saya pakai,” aku VR.

Hingga Jumat (30/11/2018) pukul 22.30 WIB, VR masih diamankan di kantor Security Bencoolen Mall, menunggu dijemput orangtuanya untuk dibina.

Seperti diberitakan sebelumnya, pusat perbelanjaan Bencoolen Mall, Jumat (30/11/2018) pukul 20:30 WIB, geger. Dua pelajar ini kepergok maling helm di parkiran belakang mall. (DED)

Pakai Kaos Kaleng-kaleng, Pelajar Maling Helm

BencoolenTimes.Com – Suasana pusat perbelanjaan Bencoolen Mall, Jumat (30/11/2018) pukul 20:30 WIB, geger. Dua pelajar kepergok maling helm di parkiran belakang Mall.

Kedua pelajar itu, VR (15) warga Muara Dua, Kota Bengkulu, dan HR (15) warga Pagar Dewa, Kota Bengkulu.

Keduanya ketahuan sedang beraksi menggasak helm warga. Duo pelajar ini lantas kabur. VR berlari ke dalam kawasan mall, sementara temannya HR belari ke arah pantai.

Apes bagi VR, bujang tanggung yang mengenakan kaos bertuliskan kaleng-kaleng, terciduk Security Bencoolen Mall. Sementara temannya berhasil kabur meninggalkan motor yang mereka tunggangi. “Tadi saya sama teman, orang Pagar Dewa. Kami maling helm,” kata VR saat diamankan di kantor Security Bencoolen Mall. (DED)

Konsep Baru Eleven Coffee Launching Malam Minggu

BencoolenTimes.Com – Pecinta kopi Bengkulu, tentu tidak mau ketinggalan info ini. Terkhusus, bagi warga yang suka nongkrong di warung kopi. Sabtu malam minggu (1/12) nanti, ada launching tempat kopi baru di Bengkulu. Tepatnya di Jalan Fatmawati, Penurunan Kota Bengkulu, di samping museum rumah pahlawan nasional Fatmawati.

Ya, Eleven Resto yang selama ini dikenal tempat nongkrong biasa, berubah konsep menjadi Eleven CoffeeShop yang menyajikan menu-menu kopi.

“Kami membaca pasar, tempat nongkrong saat ini sudah beralih ke penikmati kopi. Jadi kami tawarkan berbagai menu kopi, yang bisa dinikmati sambil nongkrong bersama sahabat, maupun keluarga,” ujar Owner Eleven Group Bengkulu, Tommy Yusriyadinata, S.IP.

Tapi jangan khawatir, bagi teman-teman yang ingin makan atau kurang suka kopi, Eleven tetap menyediakan menu non-coffee. Selain itu banyak menu baru yang disajikan di konsep baru Eleven CaffeeShop. Seperti, Ramen Eleven Spesial, Italian Beef Wrap, Beef Steak, Buntut Soup, serta banyak menu lainnya.

“So, datang ya di launching kita malam Minggu nanti. Tanggal 1 diawal bulan Desember 2018. Ada live music juga dari Filosofi Band. Don’t miss it,” ajak Tommy. (DED)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!